07:17
Video: Selamat Datang 2026, Gimana Nasib IHSG, Obligasi & Rupiah?
Jakarta, CNBC Indonesia- Sepanjang tahun 2025, Indeks harga saham gabungan berhasil menguat 22,13% (ytd) dan bertengger di level 8.600-an.
Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich menilai kinerja pasar saham RI sangat baik dengan total return mencapai 27% ditopang dividen yield hingga 5%.
Dimana kinerja ini cukup mengejutkan karena ditopang oleh saham menengah , saham bawah dan saham konglomerat sementara saham big caps agak "lagging". Di pasar obligasi juga mencatatkan performa positif dengan pasar uang dan obligasi tenor pendek mencatatkan kinerja yang paling cemerlang.
Di sisi nilai tukar, Rupiah justru memiliki 'masalah' sendiri saat mayoritas mata uang emerging market naik positif terhadap dolar AS namun Rupiah melemah hingga 4%. Namun diharapkan di 2026, pelemahan Rupiah akan jauh terbatas.
Seperti apa analisa pergerakan pasar keuangan RI di 2026? sentimen apa saja yang akan mempengaruhi? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 02/01/2026)