CNBC Indonesia Exclusive

Video: Purbaya Ramal IHSG Tembus 10.000, Gimana Hitungannya?

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Jumat, 02/01/2026 11:36 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich mengungkapkan sejumlah sentimen yang akan mempengaruhi prospek dan tantangan bagi pasar saham, obligasi maupun nilai tukar Rupiah.

Farash menyebutkan kekhawatiran pasar global terhadap saham-saham teknologi yang sudah bervaluasi tinggi dan saham 'high beta' di bursa AS sehingga menjadi peluang bagi bursa domestik untuk menawarkan saham yang bervaluasi rendah bagi investor asing.

Terkait pergerakan IHSG yang disebut Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa bisa mencapai level 10.000, Farash menilai bahwa berdasarkan valuasi dan dividen yield maka IHSG berpeluang naik hingga 9.000-9.600 yang juga didukung oleh kinerja saham-saham yang masih lagging.

Di periode ini BNI AM melihat potensi return di pasar saham yang lebih positif utamanya dari saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan dan valuasi yang menarik.

Seperti apa prospek dan potensi investasi pasar keuangan RI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 02/01/2026)