Hari Pertama Bursa 2026, Analis Rekomendasi Saham Ini Buat Cari Cuan

, CNBC Indonesia
Jumat, 02/01/2026 08:41 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada laptop dan pantulan bayangan investor

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak relatif mendatar pada perdagangan Selasa (30/12), dengan kenaikan tipis 0,03% dan ditutup di level 8.646,94. 

Pergerakan pasar berlangsung variatif, di mana saham FILM melesat 12,84%, SMMA naik 12,62%, serta BREN menguat 1,84% dan menjadi penopang utama indeks. Sebaliknya, tekanan terlihat pada saham BBRI yang turun 3,17%, DCII melemah 6,77%, dan AMMN terkoreksi 3,38%.

Dari sisi aliran dana, investor asing masih mencatatkan tekanan jual dengan net sell sebesar Rp888,53 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp937,79 miliar jika dihitung di seluruh pasar. 


Secara sektoral, enam dari sebelas sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor consumer cyclicals membukukan penguatan tertinggi sebesar 3,03%, sementara sektor healthcare menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 1,53%.

Aktivitas pasar yang cenderung sepi di tengah libur akhir tahun membuat pergerakan IHSG diperkirakan masih terbatas. Alhasil, potensi perubahan arah baru seiring rilis data inflasi Desember dan neraca perdagangan November pada awal Januari 2026 ini.

Dari sisi korporasi, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melalui anak usahanya, Pionirbetor Industri (PBI), memperluas bisnis mortar siap pakai dengan membentuk usaha patungan bersama Cipta Mortar Utama (CMU), entitas di bawah Saint-Gobain Group. 

Dalam kerja sama ini, CMU menyuntikkan modal sebesar Rp455 miliar untuk mengambil 60% kepemilikan atas lini bisnis mortar siap pakai milik PBI. 

Entitas baru bernama Mortar Prakarsa Utama (MPU) tersebut saat ini mengoperasikan tiga pabrik di Citeureup dan Lampung, dengan berbagai produk mortar unggulan. Pasar dry mix mortar domestik sendiri diproyeksikan tumbuh stabil hingga 2030.

Sementara itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menetapkan pembagian dividen interim perdana sebesar Rp1,34 per saham, yang bersumber dari laba bersih semester pertama 2025 sebesar USD 67,84 juta. 

Total dividen yang dibagikan diperkirakan mencapai Rp167,7 miliar, dengan rasio pembagian sekitar 14,74%. Perseroan menilai pembagian dividen tersebut tetap menjaga posisi permodalan, tercermin dari saldo laba ditahan yang masih solid. 

Dengan harga penutupan saham terakhir, dividen interim ini merefleksikan tingkat imbal hasil yang relatif terbatas.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

  • NICL - Buy 1200-1215 | TP 1250-1290 | SL 1140

NICL Transaksi di Sini!

  • BUVA - Buy 1370-1385 | TP 1410-1450 | SL 1290

BUVA Transaksi di Sini!

  • INKP - Buy 8425-8500 | TP 8650-8775 | SL 8025

INKP Transaksi di Sini!

  • ENRG - Buy 1580-1600 | TP 1625-1650 | SL 1500

ENRG Transaksi di Sini!

  • PPRE - Buy 167-172 | TP 176-180 | SL 157

PPRE Transaksi di Sini!

Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh)