IHSG Anjlok di Tengah Aksi Demonstrasi, BEI Bilang Begini

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
29 August 2025 15:38
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (23/6/2025). (CNBC Indonesia/ Faisal Rahman)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (23/6/2025). (CNBC Indonesia/ Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tersengat sentimen negatif dari demo hari ini, Jumat (29/8/2025).

Indeks hari ini sempat turun lebih dari 2% meninggalkan level 7.800. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG ambruk 2,27% atau kehilangan 180 poin ke 7.771,28. Adapun total kapitalisasi pasar IHSG hari ini berada di angka 14.093 dan mengalami penurunan signifikan hingga Rp 284 triliun dibandingkan perdagangan kemarin di mana kapitalisasi pasar bursa mencapai Rp 14,377 triliun

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, meskipun IHSG terpapar dari kerusuhan demonstrasi hari ini, secara fundamental pasar saham Tanah Air masih dalam kondisi baik.

"Kalau terkait IHSG, yang paling kompeten untuk menyampaikan analisisnya adalah teman-teman analis. Kalau dari bursa, kami melihat fundamental pasar kita itu kuat, itu saja," ujarnya digedung BEI Jakarta, Jumat (29/8)

Sementara, terkait fluktuasi IHSG yang saat ini terjadi merupakan hal yang wajar karena sentimen atau respon investor. Apalagi, IHSG sempat mengalami rekor tertingginya yaitu di level 8.000.

"Kemudian kalau naik turunnya indeks, karena kemarin indeks kita kan sudah mencapai level tertinggi. Artinya, kalaupun ada koreksi yang bersifat teknikal, itu wajar," sebutnya.

Investor diminta rasional dalam mengambil keputusan berinvestasi. Ia menekankan, saat ini fundamental pasar modal Indonesia masih kuat.

"Yang penting sekali lagi, fundamental kita, kita yakini masih sangat kuat. Tetapi, sama seperti pesan-pesan kita yang selalu kita ulang-ulang itu, investor mengambil keputusan secara rasional. Itu saja, kalau terkait indeks," pungkasnya.


(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Analis Sebut Pasar Saham RI Jadi Primadona, Ini Alasannya

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular