Wall Street Cetak Rekor Baru, Nvidia di Atas Panggung

Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
Jumat, 29/08/2025 06:23 WIB
Foto: Wall Street (AP/Mark Lennihan)

Jakarta, CNBC Indonesia — Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan Kamis (28/8) waktu setempat atau Jumat (29/8) pagi waktu Indonesia. Indeks S&P 500 kembali mencetak rekor usai investor mencermati laporan keuangan Nvidia yang menjadi sorotan utama pasar.

S&P 500 naik 0,32% ke posisi 6.501,86, setelah sempat menyentuh rekor intraday baru di atas 6.500. Nasdaq Composite juga ditutup menguat 0,53% ke 21.705,16. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 71,67 poin atau 0,16% ke 45.636,90, yang sekaligus menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.

Nvidia, yang memiliki bobot sekitar 8% di S&P 500, melaporkan kinerja kuartal II di atas ekspektasi dengan lonjakan pendapatan 56%. Namun, pendapatan dari bisnis data center tercatat sedikit di bawah perkiraan, sementara proyeksi kuartal berjalan dipatok US$54 miliar, hanya sedikit lebih tinggi dari estimasi analis LSEG sebesar US$53,1 miliar.


Meski sempat melonjak di awal sesi, saham Nvidia justru berbalik melemah 0,8% di penutupan. Investor mencatat proyeksi perusahaan belum memasukkan potensi penjualan chip H20 ke China. Jika kesepakatan dengan China dan pemerintahan Presiden Donald Trump berjalan mulus, pendapatan kuartal ini berpotensi melampaui proyeksi.

"Mereka tidak memasukkan China dalam panduan, padahal sebagian investor berharap ada kontribusi penjualan ke sana, atau setidaknya indikasi yang lebih tegas," ujar Ben Reitzes, Kepala Riset Teknologi Melius Research kepada CNBC International.

Kendati demikian, sejumlah analis menilai prospek Nvidia tetap solid. JPMorgan, Citi, dan Bernstein bahkan menaikkan target harga saham perusahaan. Saham produsen chip lain pun ikut terangkat, dengan Broadcom menguat 2,8% dan Micron Technology melonjak 3,6%.

Euforia AI semakin terlihat ketika saham Snowflake terbang 20% setelah kinerja kuartal II melampaui ekspektasi pasar.

Selain dari sektor teknologi, sentimen positif juga datang dari data ekonomi. Departemen Perdagangan AS melaporkan PDB kuartal II tumbuh 3,3% (annualized), lebih tinggi dari estimasi awal 3,0% dan proyeksi Dow Jones sebesar 3,1%.

Investor juga tampak mengabaikan kegaduhan politik terkait independensi The Fed, usai Presiden Donald Trump memecat anggota Dewan Gubernur, Lisa Cook. Cook telah menggugat langkah tersebut dan sidang dijadwalkan pada Jumat.

Kini, fokus pasar tertuju pada rilis data inflasi AS. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan indeks harga PCE Juli akan naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ekonomi RI Tumbuh 5,12%, IHSG Cerah & Saham Bank Kompak Naik