
Video: Itung-Itungan Bank Guyur Kredit Hilirisasi Kebanggaan Prabowo
Jakarta, CNBC Indonesia- Sektor perbankan masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik, perang dagang hingga pelemahan daya beli dan ekonomi global.
Direktur Wholesale Banking PT Bank Mega Tbk (MEGA), Madi Darmadi Lazuardi menyebutkan kenaikan tarif impor Amerika Serikat secara langsung tidak berdampak bisnis korporasi di Indonesia mengingat pemain bisnis masih banyak ritel. Namun bagi negara tertentu kondisi ini akan mengganggu perdagangan global yang pada akhirnya akan berefek ke RI karena Indonesia dijadikan pasar baru, imbasnya daya saing industri lokal menjadi tertekan.
Saat ini permintaan kredit korporasi masih ada dan tingkat konsumsi masih baik namun diperlukan upaya untuk meningkatkan permintaan. Hal ini dilaksanakan Bank Mega dengan mempersiapkan tim marketing yang solid serta memperkuat kerjasama pemerintah, swasta dan perbankan dalam menumbuhkan kredit.
Di sisi lain Bank Mega memastikan dukungannya terhadap pembiayaan bagi program unggulan pemerintah termasuk kredit sektor hilirisasi meski masih terbatas di pertambangan.
Seperti apa bisnis perbankan di tengah ketidakpastian? Selengkapnya simak ulasan Maria Katarina dengan Direktur Wholesale Banking Bank PT Bank Mega Tbk (MEGA), Madi Darmadi Lazuardi dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Kamis, 28/08/2025)