
Siap-siap! Tahun 2024 Nonton Konser Wajib Beli Asuransi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sedang menggodok peraturan pemerintah (PP) soal asuransi wajib yang akan melibatkan asuransi kendaraan pihak ketiga, hingga asuransi di acara-acara besar seperti konser atau pertandingan sepak bola.
Untuk membahas hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berkoordinasi dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan RI dan melibatkan asosiasi dan pelaku usaha terkait penyusunan aturan ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, asuransi wajib ini akan menyangkut masalah liabilitas pihak ketiga (third party liablities). Adapun sejumlah poin penting akan menjadi butir-butir peraturannya.
"Yang akan dimasukkan dalam aturan mencakup, asuransi kendaraan yang potensi kerugian pihak ketiga, peak event atau event yang melibatkan massa yang besar," ungkap Ogi dalam Konferensi pers RDK OJK, Senin, (30/10/2023).
Ogi berharap, peraturan ini bisa diterbitkan tahun 2024 mendatang.
"Namun demikian pelaksanaan asuransi yang third party liability itu bisa dilakukan sepanjang ada kesepakatan pihak. Tapi agar OJK bisa mengatur dan mengawasinya, itu membutuhkan payung hukum berupa peraturan pemerintah," ungkap Ogi.
Dalam kesempatan sebelumnya, ide mewajibkan entitas untuk memiliki asuransi third party liabilty ini berkaca dari kasus Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada pihak yang terlindungi dalam tragedi yang menelan korbank hingga lebih dari 700 orang tersebut.
"Sebagai contoh, pada kasus Kanjuruhan, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada pihak yang terasuransi. Oleh karena itu, nantinya akan ada asuransi yang terdapat pada tiket penonton dengan biaya sekitar [misalnya] Rp 50.000," kata Ogi ditemui setelah Konferensi Pers Road Map Perasuransian, di Jakarta, Senin (23/10/2023).
Selain itu, OJK juga akan mewajibkan asuransi kendaraan umum. Saat ini Jasaraharja hanya menyediakan perlindungan untuk pengendara dan penumpang, belum meliputi kendaraan dan pihak ketiganya.
Asuransi wajib nantinya dapat diluncurkan oleh satu perusahaan asuransi maupun konsorsium dari beberapa perusahaan.
Hal tersebut nantinya, kata Ogi, bukan hanya memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan penetrasi produk asuransi di Indonesia.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK Sebut Moratorium Siap Dicabut, RI Bakal Banjir Pinjol?