Market Commentary

IHSG Longsor 1,38%, 31 Saham ARB Berjamaah

Market - Ayyi Hidayah, CNBC Indonesia
14 March 2023 10:12
pembukaan bursa saham Foto: ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin parah. Hingga pukul 10:10 WIB, IHSG sudah jeblok 1,38% ke level 6.690.

Tercatat sebanyak 29 saham mengalami penurunan harga hingga auto reject bawah (ARB). Sementara 377 saham lainnya mengalami koreksi, dan hanya 109 saham yang menguat. Sedangkan 188 saham stagnan.

IHSG terbebani oleh sentimen global yang kembali memburuk, setelah adanya krisis yang dialami oleh Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank di Amerika Serikat (AS).

Pasar masih khawatir dengan krisis yang menimpa SVB dan Signature Bank. Di sisi lain, krisis pada kedua bank diperkirakan akan membuat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) melunak dalam menaikkan suku bunga.

Signature Bank diambil alih otoritas keuangan AS pada Minggu lalu, setelah adanya penarikan dana besar-besaran pada nasabah hingga mencapai US$ 10 miliar.

Bank yang memiliki banyak nasabah di sektor real estate tersebut memiliki aset senilai US$ 110, miliar dan simpanan sebesar US$ 88,59 miliar per akhir 2022. Akibat dari penutupan dua bank, sektor finansial di AS menjadi sektor yang paling merah kemarin.

Perdagangan beberapa saham perbankan bahkan harus dihentikan beberapa kali karena volatilitas yang sangat tajam. Bank-bank besar AS kehilangan nilai pasar lebih dari US$ 70 miliar kemarin dalam hal nilai market saham. Total nilai market yang hilang diperkirakan menyentuh US$ 170 miliar sejak Kamis pekan lalu.

Menyusul terjadinya krisis pada SVB dan Signature Bank, Presiden AS Joe Biden menggelar konferensi pers pada Senin siang waktu setempat.
Biden memastikan jika pemerintah akan melakukan semua upaya untuk menjamin dana nasabah.

Pernyataan Biden tersebut berselang beberapa jam setelah Menteri Keuangan AS, The Fed, dan Lembaga Penjamin Simpanan FDIC mengeluarkan pernyataan bersama. Namun, pernyataan tersebut belum mampu menekan kekhawatiran nasabah dan investor.

"Warga AS bisa meyakini jika sistem bank (AS) aman. Simpanan Anda akan tetap di sana sampai Anda membutuhkannya. Kami bisa yakinkan kepada Anda jika kami tidak akan berhenti di titik ini. Kami akan melakukan apapun yang dibutuhkan," tutur Biden, dikutip dari Reuters.

Biden juga menegaskan jika pemerintah AS akan melakukan langkah cepat sepanjang pekan ini untuk memastikan sistem perbankan tetap berjalan aman.
Dia juga akan menemui kongres AS dan regulator lain untuk memperkuat aturan perbankan.

Analis dari Cherry Lane Investment, Rick Meckler, penyataan Biden dan kesepakatan bersama otoritas lain membuat pelaku pasar berpikir dua hal.
"Ketika ada langkah besar yang diambil dan dengan waktu yang cepat, yang terlintas pertama mungkin adalah bahwa krisis akan teratasi. Namun, kemudian kita berpikir sebenarnya krisis ini sebesar apa sampai harus diambil penanganan yang sangat besar," tutur Meckler, dikutip dari Reuters.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Kebakaran, 8 Saham Sekaligus ARB Kurang Dari 1 Jam


(ayh/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading