Ini Penyebab IHSG Jebol 1% di Sesi I Hari Ini

Market - Muhammad Azwar, CNBC Indonesia
07 December 2022 11:52
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta CNBC Indonesia -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mendekati zona psikologis 6800. Indeks ditutup melemah nyaris 1%, tepatnya 0,98% ke level 6.825,09 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (07/12/2022).

Berdasarkan data statistik RTI business, tercatat sebanyak 18 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 760 ribu kali serta nilai perdagangan mencapai 9.66 Triliun.

Terdapat 404 saham mengalami koreksi, 154 saham menguat dan 131 lainnya konsisten tidak berubah.

Dari luar negeri, kemarin Wall Street mengakhiri perdagangan di zona merah setelah isu resesi kembali kencang. Kekhawatiran serupa diperkirakan akan menjalar ke bursa global.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 350.76 poin atau 1.03% ke 33.596,34. Indeks Nasdaq anjlok 2% atau 225.05 poin ke 11,014.89 sementara indeks S&P 500 melandai 57.58 poin atau 1.44% ke 3,941.26.

Sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja yang mengecewakan kemarin. Investor khawatir kinerja perusahaan berbasis teknologi akan berat di tengah perekonomian global yang menantang.

Amblesnya kinerja saham emiten berbasis teknologi seperti Apple, Meta, Amazon, hingga Apple dikhawatirkan akan membuat saham emiten teknologi dalam negeri semakin jatuh.

Pada perdagangan sesi I, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)yang merupakan salah satu saham teknologi yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI)masih menjadi pemberat terbesar IHSG pada hari ini, yakni sebesar 15,849 indeks poin. Adapun saham GOTO kembali ambles 6.96% ke posisi Rp 107/saham dan kembali menyentuh batas auto reject bawah (ARB) hari ini.

Sedangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga memberatkan indeks cukup besar yakni masing-masing 15,281 dan 13,962 indeks poin. Saham BMRI ambrol 2,29% ke Rp 10,650/saham, sedangkan saham BBCA merosot 2.31% ke Rp 8,475/saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Pilihan di Saat IHSG Diprediksi Menguji Support


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading