Harga Batu Bara Masih Terbang, Tahun Depan Gimana?

Market - rah, CNBC Indonesia
30 November 2022 17:30
Pekerja melakukan bongkar muat di kapal tongkang bermuatan batubara dari Kalimantan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (4/8/2022). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pekerja melakukan bongkar muat di kapal tongkang bermuatan batubara dari Kalimantan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (4/8/2022). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara masih bertahan di atas awan pada perdagangan, Selasa (29/11/2022),. Harga batu bara kontrak Januari di pasar ICE Newcastle tercatat US$ 373,5 per ton menguat 1,36%.

Kenaikan tersebut maka harga pasir hitam sudah menguat dalam sembilan hari perdagangan beruntun. Selama sembilan hari tersebut, harga batu bara sudah terbang 18,2%. Penguatan tersebut juga kembali mendekatkan harga batu bara kembali ke level psikologis US$ 400 per ton.

Lalu sampai kapan harga emas hitam ini akan bertahan di atas awan?

Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengatakan dalam beberapa tahun ke depan harga batu bara masih akan di posisi tinggi. Pasalnya, permintaan energi terus meningkat, dan tidak ada peningkatan kapasitas produksi batu bara di dunia.

"Permintaan energi terus meningkat di dunia, permintaan feed stock terus meningkat dan alternatif feed stock selain batu bara adalah gas yang harganya sangat tinggi, lainnya adalah kapasitasnya sangat kecil dan tidak mampu menggantikan batu bara dalam waktu dekat dan jangka menengah," ujar Dileep dalam Public Expose, Selasa (29/11/2022).

Hal ini menjadi salah satu alasan harga batu bara tetap akan naik dalam 2-3 tahun ke depan. Dia memproyeksikan harga pasir hitam ini akan bertahan di kisaran US$ 300-350 per ton tahun depan. Sementara dalam jangka menengah harga batu bara diperkirakan masih bertahan di level US$ 200-250 per ton.

"Ini karena alternatif energi yang terbarukan belum bisa diandalkan sepenuhnya. Sehingga kami harap harga coal price akan naik dam coal demand akan naik. Tapi juga akan tergantung pada suplai dan demand China dan India, karena mereka akan meningkatkan kapasitas lowrank," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sepekan Berjaya, Batu Bara Kembali ke Atas US$ 400/ton


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading