Diam-diam, PTBA 'Raup' Rp 1 T Dari Perang Rusia-Ukraina

Market - Awar Muhammad, CNBC Indonesia
30 November 2022 14:30
PTBA Foto: Dok PTBA

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraup keuntungan dari perang Rusia-Ukraina. 

Dalam laporan keuangan dijelaskan, sejak awal 2022, terjadi konflik berkelanjutan antara Ukraina dan Rusia yang mengakibatkan ketegangan hubungan antara Rusia dan negara barat. Rusia medapatkan tekanan ekonomi dari negara barat, sebagai gantinya Rusia melakukan pembatasan pasokan gas ke Eropa.

Kondisi itu mendorong kenaikan permintaan batubara negara Eropa ke negara-negara Asia sebagai alternatif sumber energi gas. Di sisi lain, terjadi peningkatan permintaan energi seiring dengan membaiknya perekonomian pasca Covid-19.

Akibat dari tingginya permintaan energi tersebut mendorong terjadinya kenaikan harga batubara dan komoditas. Kenaikan ini dimanfaatkan dengan baik oleh PTBA.

Caranya, dengan mengerek volume penjualan. Alhasil, kenaikan volume ini memberikan dampak kenaikan pendapatan kepada PTBA sebesar Rp 1,23 triliun dari setiap
kenaikan US$ 10 harga penjualan batubara per ton.

Namun, terjadi kenaikan harga minyak dunia yang menyebabkan kenaikan biaya sebesar Rp 264,96 miliar (nilai dari setiap kenaikan harga sebesar Rp 1.000 per liter minyak.


Sempat Jadi Trending

Saham PTBA sempat menjadi perbincangan di pelaku pasar hari ini. Hingga penutupan sesi I siang ini pun pergerakannya cukup positif, dengan kenaikan 30 poin atau setara 0,80% ke level Rp 3.780 per saham.

Pergerakannya beberapa waktu lalu juga sempat bak roller coaster, akibat sentimen wacana akuisisi PLTU Pelabuhan Ratu milik PLN. Namun, belakangan isu tersebut mereda seiring penjelasan manajemen.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail menyebutkan bahwa jadi atau tidaknya pengambilalihan PLTU berkapasitas 3 x 350 Mega Watt (MW) di Sukabumi, Jawa Barat itu masih dalam proses pengkajian yang lebih mendetail.

"Kita belum tau nantinya (PLTU Pelabuhan Ratu) akan diambil apa tidak, semuanya kan masih berproses dulu. Mudah-mudahan nanti kalau kajiannya nanti cukup mendetail kita akan rapatkan, kita akan putuskan dan kita akan mengikuti sesuai aturan yang berlaku regulasi-regulasi nanti kita ikuti nanti kita sampaikan ke pemegang saham," terang Arsal usai rapat dengar pendapat 9RDP) bersama Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senin (28/11/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lumayan, Harga Batu Bara Naik Hampir 2%


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading