Robert Kiyosaki: Ekonomi Mau Kiamat, Tinggalkan Investasi Ini

Market - Ayyi Hidayah, CNBC Indonesia
30 November 2022 13:30
Robert Kiyosaki, dok Basabali.org Foto: Robert Kiyosaki, dok Basabali.org

Jakarta, CNBC Indonesia - Robert Kiyosaki kembali membuat gempar dengan mengatakan jangan berinvestasi di saham, obligasi, ETS hingga reksadana. Dirinya mengaku akan keluar atau tidak mau lagi investasi di paper asset.

"Ekonomi global bukan pasar, Saya percaya ekonomi sedang menuju bubble terbesar dalam sejarah. Semoga Tuhan mengampuni kita semua," jelas Kiyosaki seperti dikutip dalam tweetnya, Sabtu (26/11/2022).

Ia juga menegaskan sejak dulu tidak pernah membeli saham, kecuali untuk perusahaan yang didirikannya. Penulis buku terkenal Rich Dad, Poor Dad ini juga keras mengatakan tidak suka apapun yang dikeluarkan oleh Wall Street, The Fed dan Treasury.

"Namun saya sedang mempertimbangkan untuk membeli saham Twitter, karena Elon Musk adalah pebisnis paling sukses sepanjang masa. Otak dan keberaniannya sangat besar untuk menendang pantat China", paparnya.

Ia menjelaskan saat ini ekonomi global sangat dipengaruhi faktor ekonomi makro yang dipimpin inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga acuan. Namun kondisi ini berdampak dan menyebar ke pasar kripto. Kendati demikian, Robert Kiyosaki tetap bullish pada Bitcoin dan Logam Mulia. Ia mengatakan bahwa produk ini berpotensi muncul lebih kuat saat ekonomi global runtuh.

Sebelumnya, di tengah krisis ekonomi yang melanda ini, Robert Kiyosaki menyarankan investor untuk melindungi kekayaan mereka dan menjaga modal mereka tetap utuh. Robert Kiyosaki menyarankan para investor untuk segera mengoleksi emas, perak dan bitcoin.

Robert Kiyosaki menyarankan setiap orang menciptakan berbagai aliran pendapatan untuk memerangi kehancuran ekonomi yang sudah di depan mata.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin Bakal Drop Ke US$ 1.100, Benarkah?


(ayh/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading