OJK Akui Kondisi Ini yang Picu Publik Pilih Pinjol Ilegal

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
28 November 2022 15:28
Mahendra Siregar dalam acara konferensi pers hasil rapat berkala KSSK IV tahun 2022. (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu RI) Foto: Mahendra Siregar dalam acara konferensi pers hasil rapat berkala KSSK IV tahun 2022. (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengakui kedalaman industri jasa keuangan di Indonesia masih kalah dibanding negara lain. Ditambah dengan literasi keuangan yang rendah, situasi ini juga yang membuat publik banyak terjebak investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Sektor keuangan di Indonesia menghadapi tantangan tersendiri. Kedalaman pasar sektor keuangan nasional masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lainnya," kata Mahendra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Senin (28/11).

Kemudian, tantangan lainnya yaitu masih terdapat gap indeks literasi dan inklusi keuangan. Meskipun kedua hal itu sudah membaik tapi masih ada gap yang cukup tinggi.

Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan jasa keuangan tanpa pemahaman penuh terhadap kegunaan, maupun resiko dari produk keuangan yang dimilikinya.

Tantangan selanjutnya dari aspek integritas sistem keuangan. Menurutnya, pada aspek ini masih terdapat potensi transaksi yang menyangkut dengan kegiatan ilegal termasuk seperti judi online, maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Oleh karena itu, perlu ada upaya industri jasa keuangan untuk memitigasi transaksi ilegal tersebut melalui penerapan tata kelola dan strategi rantai fraud yang berkesinambungan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos OJK: Perekonomian Global Memburuk, Indonesia Siaga!


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading