Modal Piala Dunia Bikin Melongo, Rp 3.000 T, Qatar Untung?

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
28 November 2022 12:35
Qatar's migrant workers watch the Qatar 2022 World Cup Group E football match between Spain and Germany on November 27, 2022, at the Asian Town cricket stadium, on the outskirts of Doha. - The stadium has become a daily draw for thousands of the poorest workers who live in nearby dormitories away from Doha's glitzy shopping malls and restaurants. (Photo by David GANNON / AFP) (Photo by DAVID GANNON/AFP via Getty Images) Foto: Ilustrasi Nobar Piala Dunia 2022 (Photo by DAVID GANNON/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hajatan sepak bola terbesar, Piala Dunia tengah berlangsung. Piala Dunia kali ini berlangsung di Qatar dan penuh kontroversi, termasuk soal modal yang disiapkan negara Islam tersebut untuk penyelenggaraan yang mencapai lebih dari Rp 3.140 triliun yang ternyata termahal sepanjang sejarah. 

Tidak cuma itu, berdasarkan beberapa perkiraan, biaya Piala Dunia kali ini bahkan mungkin lebih besar dari gabungan biaya 21 Piala Dunia sebelumnya. Menurut berbagai ahli dan laporan, diperkirakan biaya yang akan dikeluarkan Quatar kali ini melebihi US$ 200 miliar atau setara Rp 3.142,66 triliun (kurs Rp 15.713/dolar AS) dan bahkan masih bisa lebih tinggi lagi.

Padahal dikatakan bahwa biaya Piala Dunia termahal sebelumnya adalah turnamen 2014 di Brasil dan edisi 2018 di Rusia, yang keduanya menelan biaya kurang dari US$ 15 miliar. Namun terlepas dari bagaimana Qatar harus mengeluarkan modal hingga Rp 3.140, ternyata perputaran uang yang terjadi selama Piala Dunia 2022 sangatlah besar.

Berdasarkan laporan dari Aljazeera, baru-baru ini lembaga sepak bola dunia FIFA menyampaikan laporan bahwa Piala Dunia Qatar mendatangkan keuntungan capai US$ 7,5 miliar atau sekitar Rp 117,75 triliun.

Angka ini US$ 1 miliar lebih banyak dari yang dihasilkan oleh organisasi tersebut dari siklus Piala Dunia sebelumnya menjelang acara 2018 di Rusia. Adapun "penghasilan tambahan" yang diterima FIFA berasal dari kesepakatan komersial dengan tuan rumah tahun ini.

Qatar Energy bergabung sebagai sponsor tingkat atas, dan sponsor tingkat ketiga yang baru termasuk bank QNB Qatar dan perusahaan telekomunikasi Ooredoo. FIFA juga menambahkan penawaran sponsor tingkat kedua tahun ini dari platform keuangancrypto.comdan penyedia blockchain Algorand, sponsor Amerika baru pertamanya dalam lebih dari satu dekade.

Tentu keuntungan dari sponsor ini belum termasuk kesepakatan siaran utama untuk Piala Dunia Qatar yang diterima FIFA dari berbagai negara. Namun perlu diingat juga bahwa perputaran uang ini belum termasuk keuntungan yang akan diterima Quatar. Lantas seberapa besar cuan yang dapat diterima Qatar?

Berdasarkan catatan detikcom, menurut penelitian PwC (sebuah lembaga riset internasional), secara ekonomi sektor ini menjanjikan pertumbuhan sebesar 8,7% dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Di sisi lain, menurut Khristo Ayad selaku konsultan di InStrat (sebuah platform penelitian dan penasehat independen di Doha) mengatakan bahwa turnamen dengan visibilitas tinggi tentu akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan diversifikasi negara menuju ekonomi modern berbasis pengetahuan.

Dijelaskan bahwa Piala Dunia 2022 dinilai dapat meningkatkan soft power Doha dan menambah pengaruh politik, terutama karena semakin banyak acara serupa yang akan dilakukan.

"Qatar telah mempromosikan kampanye Piala Dunianya sebagai pertunjukan persatuan Arab sejak awal, memposisikan Piala Dunia sebagai kesempatan untuk membangun jembatan antara dunia Arab dan Barat," ungkap dia.

Kepala Program Power Vacuums di Newlines Institute di Washington, Caroline Rose memandang, perhelatan ini akan memberikan keuntungan ekonomi tersendiri bagi Qatar. Utamanya datang dari sektor pariwisata secara umum, dan khususnya untuk bisnis akomodasi atau penginapan.

"Mengingat akomodasi ruang yang dilaporkan terbatas, Saya pikir acara ini secara keseluruhan telah meningkatkan upaya koordinasi regional untuk mengakomodasi gelombang besar wisatawan. Ini juga akan memberikan dorongan bagi ekonomi Qatar, dengan perkiraan keuntungan US$ 17 miliar (setara Rp 266,9 triliun pada kurs Rp 15.700/US$)," beber dia.

Dengan puluhan ribu penggemar sepak bola yang sebagian besar dari Eropa dan Amerika Selatan, diharapkan negara tetangga akan menjadi basis Piala Dunia Qatar. Selain itu yang terpenting, UEA adalah pilihan yang baik karena Air Arabia dan Fly Dubai menjalankan 45 penerbangan setiap hari ke Doha di antaranya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pesta Bola Dunia, Kinerja Pasar Saham Bakal Sukses Atau Flop?


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading