Semangat Bitcoin cs Cuma Sebentar, Ada Apa?

Market - chd, CNBC Indonesia
28 November 2022 09:26
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash) Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto terpantau kembali melemah pada perdagangan Senin (28/11/2022), di mana investor cenderung berhati-hati jelang perilisan data ekonomi di global dan agenda penting.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, Bitcoin melemah 2,4% ke posisi harga US$ 16.152,36/koin atau setara dengan Rp 253.349.767/koin (asumsi kurs Rp 15.685/US$). Sedangkan untuk Ethereum merosot 3,63% ke posisi US$ 1.167,28/koin atau Rp 18.308.787/koin.

Hanya koin digital (token) Dogecoin yang terpantau cerah pada har ini, yakni melonjak 5,2% menjadi US$ 0,094/koin (Rp 1.474/koin).

Berikut pergerakan 7 kripto utama non-stablecoin pada hari ini.

CryptocurrencyDalam Dolar ASDalam RupiahPerubahan Harian (%)Perubahan 7 Hari (%)Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC)16.152,36253.349.767-2,04%-0,45%310,42
Ethereum (ETH)1.167,2818.308.787-3,63%2,91%142,85
BNB291,274.568.570-7,40%11,47%46,60
XRP0,37775.924-5,13%5,88%19,00
Dogecoin (DOGE)0,0941.4745,20%23,32%12,47
Cardano (ADA)0,30194.735-4,02%-2,66%10,40
Polygon (MATIC)0,817712.826-3,41%2,49%7,14

Sumber: CoinMarketCap

Bitcoin masih bertahan di kisaran US$ 16.000 pada hari ini, meski kripto secara mayoritas kembali terkoreksi. Sedangkan Ethereum juga cenderung bertahan di kisaran US$ 1.100.

Pasar kripto sempat bangkit dan menghijau pada pekan lalu, didorong oleh kabar bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) yang akan memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.

Namun, bangkitnya kripto lagi-lagi hanya berlangsung sementara dan pada akhirnya kembali terkoreksi, meski Bitcoin dan Ethereum masih bertahan di kisaran masing-masing di US$ 16.000 dan US$ 1.100.

Carut marut soal isu inflasi tinggi, resesi hingga faktor internal ekosistem kripto menjadi pemicu kejatuhan aset digital.

Jika pada Mei lalu investor dibuat panik dan menderita kerugian hingga miliaran dolar AS akibat ambrolnya harga Terra Luna dan TerraUSD, kini kepanikan melanda pasar kripto setelah FTX sebagai bursa kripto terbesar kedua di dunia tersebut mengajukan kebangkrutan.

Asal tahu saja, FTX merupakan bursa kripto yang nilainya ditaksir mencapai US$ 32 miliar yang didirikan oleh seorang pria bernama Sam Bankman-Fried (SBF).

Salah satu pemicu kehancuran FTX adalah tata kelola yang salah alias miss-management.

Mantan bos FTX, SBF disebut jadi penyebab kebangkrutan perusahaannya sendiri. Dalam pengadilan kebangkrutan AS disebutkan runtuhnya raksasa bursa kripto itu setelah 'dijalankan sebagai kekuasaan pribadi Sam Bankman-Fried'.

Pengacara James Bromley menyebut masalah itu sebagai 'kaisar tidak punya pakaian'. Dia juga menggambarkannya sebagai "salah satu keruntuhan yang paling mendadak dan sulit dalam sejarah perusahaan Amerika".

Gaya hidup Bankman-Fried juga jadi bahan pembicaraan dalam pengadilan tersebut. Pria 30 tahun itu dilaporkan menghabiskan US$ 300 juta untuk rumah liburan dan properti bagi staf seniornya.

Sebelumnya, FTX mengajukan status bangkrut setelah perusahaan itu runtuh pada awal bulan ini. Ada lebih dari 1 juta investor di FTX dan kemungkinan uang mereka tidak bisa kembali didapatkan.

Belum diketahui berapa banyak uang yang tertahan di FTX. Namun Bromley mengatakan aset kripto milik beberapa perusahaan telah dicuri oleh hacker.

Kasus demi kasus yang terus terkuak pada akhirnya membuat Bitcoin makin sulit untuk menembus setidaknya ke US$ 30.000. Apalagi, untuk menyentuh level tertinggi sepanjang masanya, butuh sentimen yang sangat kuat untuk menopangnya.

Tidak seperti tahun lalu ketik Bitcoin dan Ethereum menjadi primadona, kini keduanya terpaksa harus kehilangan lebih dari 60% nilai pasarnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin Cs Menguat Tipis-Tipis, Tapi Dogecoin Masih Loyo


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading