Sukses Jaga Pertumbuhan BRI, Sunarso Jadi CEO of The Year

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
24 November 2022 14:35
BRI Foto: dok Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso

Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso dinobatkan sebagai CEO of The Year 2022 dalam ajang Top 100 CEO. Hal ini berhasil di raih berkat upayanya menjaga kinerja BRI di kondisi perekonomian dunia yang penuh dengan tantangan.

Dalam 9 bulan atau hingga Kuartal III-2022, BRI berhasil mencatatkan laba bersih Rp 39,31 triliun atau tumbuh sebesar 106,14% yoy dengan total aset meningkat 4,00% yoy menjadi Rp 1.684,60 triliun.

Dalam ajang tersebut, BRI juga meraih empat penghargaan lainnya. Yakni Direktur Digital & IT BRI Arga M Nugraha yang didapuk menjadi Top Next Leaders 2022 kemudian Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu, SEVP Treasury BRI Achmad Royadi, dan EVP Digital Banking BRI Kaspar Situmorang juga dinobatkan sebagai Top Next Leaders 2022.

"Saya dedikasikan penghargaan ini kepada Insan BRILiaN yang telah memberikan kontribusi terbaiknya kepada BRI dan untuk Indonesia. Penghargaan ini juga saya persembahkan untuk seluruh nasabah UMKM BRI yang telah berhasil bangkit dari pandemi, serta dapat terus tumbuh dan semakin tangguh," ujar Sunarso dikutip dari siaran pers, Kamis (24/11/2022).

Atas capaian tersebut, Sunarso mengungkapkan bahwa adanya pandemi justru dimanfaatkan untuk mempercepat akselerasi transformasi di tubuh perseroan.

"Pandemi merupakan titik balik mempertajam transformasi menjadi BRIvolution 2.0 untuk mencapai visi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion di tahun 2025, yang di antaranya meliputi pendirian Holding Ultra Mikro sebagai sumber pertumbuhan baru, mengakselerasi pertumbuhan CASA, dan mempercepat transformasi digital yang dikawal dengan transformasi culture," ujarnya.

Di tengah masa sulit akibat pandemi tersebut, kata dia, transformasi BRI difokuskan pada dua area utama, yakni digital dan culture.

Transformasi digital dilakukan dengan fokus untuk mendapatkan efisiensi melalui digitalisasi proses bisnis, dan menciptakan value baru melalui new business model.

Dia mencontohkan, efisiensi digitalisasi business process adalah dengan adanya BRISPOT atau aplikasi pemrosesan kredit melalui mobile yang digunakan oleh tenaga pemasar (Mantri) BRI.

"Dengan BRISPOT, proses booking kredit mikro (produktivitas) meningkat dari rata-rata Rp 2,5 triliun per bulan menjadi lebih dari Rp 4 triliun per bulan. Selain itu, proses kredit menjadi jauh lebih cepat, dari sebelumnya membutuhkan waktu 2 minggu menjadi rata-rata 2 hari, bahkan dapat lebih cepat," jelas dia.

Contoh lain keberhasilan new business model dari transformasi digital BRI adalah layanan perbankan melalui AgenBRILink. Di mana hingga akhir September 2022 BRI telah memiliki 597.177 agen yang tersebar di Indonesia.

"Agen-agen ini telah melayani transaksi finansial sebanyak 799 juta transaksi, dengan volume transaksi mencapai Rp.963 triliun dalam 9 bulan," jelas Sunarso.

Menurut Sunarso, di samping memberikan Fee Based Income bagi BRI sebesar Rp 1 triliun, Agen BRILink juga memberikan economic sharing fee yang diterima oleh para agen. Adapun jumlah itu diproyeksikan dapat mencapai Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun.

Lebih lanjut, digitalisasi disebut mampu mengakselerasi kinerja BRI pada saat pandemi. Dia mencontohkan BRImo yang mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan selama pandemi berlangsung, di mana hingga akhir September 2022 tercatat pemakai BRImo mencapai 21,5 juta dengan volume transaksi mencapai Rp 1.907 triliun.

Kemudian dari sisi culture, pada pertengahan 2020 yang lalu BRI melakukan penyelarasan core value untuk meningkatkan mutu SDM.

"Sejak diluncurkan oleh Menteri BUMN pada Juli 2020 lalu, BRI langsung mengimplementasikan dan menyelaraskan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dengan core value perseroan. Hasilnya dapat dirasakan bahwa saat ini seluruh insan BRIlian (Pekerja BRI) menyadari peran pentingnya untuk memberikan makna bagi Indonesia, baik melalui economic value maupun social value," jelasnya.

Sunarso juga mengungkapkan bahwa kinerja positif BRI di tengah kondisi yang penuh tantangan saat ini tak lepas dari strategic response BRI yang tepat. Fungsi intermediary penyaluran kredit maupun penghimpunan dana masyarakat oleh BRI mampu tumbuh positif.

"Kami dapat menjaga sustainability pertumbuhan ini dengan fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah, serta menjaga kualitas aset, terutama kredit yang kami restrukturisasi akibat pandemi Covid-19. Di samping itu, BRI juga mampu mencatat pertumbuhan Fee Based Income yang semakin baik dengan ditopang meningkatnya transaksi digital banking BRI berkat transformasi digital yang terus dilakukan secara berkelanjutan," jelasnya.

Dari aspek penyaluran kredit, hingga akhir September 2022, total kredit dan pembiayaan BRI Group tercatat sebesar Rp 1.111,48 triliun atau tumbuh 7,92% yoy. Secara khusus, portofolio kredit UMKM BRI tercatat meningkat sebesar 9,83% yoy dari Rp 852,12 triliun di akhir September 2021 menjadi Rp 935,86 triliun di akhir September 2022.

"Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus meningkat, menjadi sebesar 84,20%," ungkap Sunarso.

Sementara dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir kuartal III-2022 tumbuh positif menjadi Rp 1.139,77 triliun. Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, di mana secara tahunan meningkat sebesar 10,22%.

Adapun proporsi CASA BRI konsolidasian tercatat 65,43% atau meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 59,60%. Hal tersebut memberikan dampak positif terhadap biaya dana (Cost of Fund) BRI secara konsolidasian yang terus turun menjadi sebesar 1,94%.

Sunarso menjelaskan bahwa kinerja positif tersebut tidak terlepas dari upaya BRI merespons krisis melalui transformasi BRIVolution 2.0 yang telah diterapkan sejak awal pandemi Covid-19.

"Melalui transformasi yang bertumpu pada aspek digital dan culture, BRI mampu menjadi perusahaan yang dapat meng-create social and economic values bagi seluruh stakeholder," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Riset BRIN: KUR BRI Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat


(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading