Persolan Gas Eropa Jadi Berkah, Harga Batu Bara Terbang 12%

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
24 November 2022 06:35
Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022 guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) dalam negeri. Kurangnya pasokan batubara dalam negeri ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PLN, mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022).¬†(CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara terus melambung sejalan dengan terus merangkaknya harga gas serta kekhawatiran pasokan energi di Eropa. Pada perdagangan Rabu (23/11/2022), harga batu bara kontrak Desember di pasar ICE Newcastle tercatat US$ 356,1 per ton. Harganya naik tipis 0,31%.

Kenaikan kemarin memperpanjang tren positif pasir hitam yang harganya selalu menguat sejak sepekan terakhir.

Dalam sepekan, harga batu bara melesat 12,7% secara point to point. Harga pasir hitam masih anjlok 7,1% sebulan tetapi masih melesat 101,2% setahun.

Terus menguatnya harga pasir hitam ditopang oleh melonjaknya harga gas karena kekhawatiran pasokan terus meningkat.

Harga gas alam EU Dutch TTF (EUR) naik 8,34% sehari pada perdagangan kemarin ke 129,62 euro per megawatt-jam (MWh). Harganya terus meningkat setelah adanya kekhawatiran pasokan gas.

Batu bara adalah sumber energi alternatif untuk gas sehingga kenaikan harga gas akan langsung mengerek harga batu bara.

Harga gas terus merangkak naik karena adanya persoalan pengiriman dari Amerika Serikat (AS) serta ancaman pemangkasan pasokan dari Rusia.

Pengiriman LNG dari Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan terganggu setelah produsen LNG Freeport menunda operasi kilang mereka di Texas. Kilang tersebut berhenti operasi sejak Juni 2022 terjadi ledakan.

Sementara itu, perusahaan Rusia Gazprom mengancam akan menghentikan aliran gas alam ke Eropa yang dikirim melalui jalur darat Ukraina mulai Senin pekan depan (28/11/2022).

Komisi Eropa untuk Ekonomi Paolo Gentiloni mengingatkan Eropa akan menghadapi kesulitan besar tahun depan dalam memenuhi pasokan gas jika perang Rusia-Ukraina tidak juga berakhir.

"Jika perang tidak berakhir maka ada risiko besar pada musim dingin tahun depan, lebih besar dibandingkan apa yang dihadapi musim dingin tahun ini," tutur Gentiloni, dikutip dari Euronews.

Meningkatnya harga gas membuat harga batu bara ikut melambung. Padahal, batu bara masih memadai dan tidak mengalami persoalan besar.

Pasokan batu bara di terminal barat daya Eropa mencapai 5,89 juta ton pada akhir pekan lalu. Level tersebut adalah yang tertinggi sejak 17 Oktober 2022.

Pasokan dari China juga masih memadai. Wilayah Shanxi yang menyumbang dua pertiga produksi batu bara China melaporkan lonjakan produksi. Produksi batu bara di wilayah Shanxi menembus 1,07 miliar pada Januari-Oktober 2022 atau naik 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Batu Bara Naik 12 Hari Tanpa Putus!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading