Begini Jurus BRI Kejar Inklusi Keuangan di Kawasan 3T

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
03 November 2022 10:47
BRI Foto: Dok BRI

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan hal ini menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri. Program-program BRI dirancang terbukti mengangkat ekonomi masyarakat dan memiliki dampak positif terhadap aspek sosial yang besar.

"Kami sudah memiliki framework pemberdayaan yang baku, yang sudah menunjukan hasil yang signifikan. Model pemberdayaan BRI tersebut cocok dengan perilaku usaha mikro dan ultra mikro. Kami sudah punya modul dari literasi basic sampai digital," kata Supari dalam keterangan tertulis, Kamis (3/11/2022).

Keberhasilan program pemberdayaan BRI di NTT salah satunya adalah Agen BRILink Afentinus Janor di Pasar Inpres Batu Cermin Labuan Bajo. Afentinus mengaku awal mula menjadi AgenBRILink dilatarbelakangi karena ia merasa kesulitan terhadap akses layanan keuangan di wilayahnya.

Afentius yang merupakan nasabah BRI ini menjadi AgenBRILink sejak tahun 2019 dan mengakses KUR dari Kantor BRI Unit Labuan Bajo sebesar Rp 10 juta, sedangkan sekarang telah naik kelas dan mendapatkan pinjaman/kredit komersial sebesar Rp650 juta. Pinjaman tersebut digunakan untuk modal membeli barang dagangan dan keperluan menjadi agen.

Dia menjelaskan transaksi yang dilakukan utamanya adalah pencairan program bantuan pemerintah, tarik tunai, transfer BRI, transfer antar bank, pembayaran cicilan, dan pembayaran tagihan. Adapun transaksi tarik tunai yang dilakukan mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 60 juta, sedangkan untuk transfer kisaran Rp 50.000 sampai dengan lebih dari Rp 50 juta.

Agen BRILink Afentinus juga menyediakan mesin EDC dan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sehingga masyarakat dapat melakukan pembayaran nontunai. Ke depan, dia berharap dapat memacu usahanya dengan dukungan BRI melalui pembinaan dari Mantri BRI.

"BRI telah membantu saya mengembangkan usaha sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat di Batu Cermin melalui peran saya sebagai Agen BRILink," ujar Alfentinus.

Menurut dia, jumlah transaksi yang dilakukan bisa lebih dari 1000 transaksi. Saat ini Alfentinus juga telah menjadi agen mitra program Ultra Mikro (UMi) dan telah merekomendasi beberapa calon nasabah.

Sebagai informasi, BRI telah membuktikan keberhasilan program ultra mikro, di mana per akhir Agustus 2022, jumlah nasabah yang diintegrasikan ketiga entitas Holding Umi mencapai 23,5 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan Rp 183,9 triliun. Pencapaian ini selaras dengan salah satu agenda prioritas dalam Presidensi G20 di Indonesia, yakni inklusi keuangan, khususnya terkait teknologi digital dan akses pembiayaan bagi UMKM.

Selain itu, BRI juga turut berperan dalam membuat 1,8 juta nasabah KUR mikro naik kelas ke komersial, serta pada 2022 diprediksikan nasabah yang berhasil naik kelas dapat mencapai 2,2 juta nasabah.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, hingga Agustus 2022 integrasi layanan ketiga entitas atau co-location melalui Gerai Senyum mencapai 1.003 lokasi. Sedangkan target awal adalah 978 lokasi Gerai Senyum.

Kemudian penabung baru UMi mencapai 6,85 juta, dari target awal sebanyak 3,3 juta. Sementara itu, nasabah PNM Mekaar yang tergabung sebagai Agen BRILink sudah mencapai 40.121.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BRI Dorong Ekonomi Lokal Melalui Pemberdayaan Desa


(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading