Pengumuman, Emiten Emas Bakrie Cuan US$ 6,4 Juta!

Market - Ayyi Hidayah, CNBC Indonesia
28 October 2022 10:04
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) membukukan kenaikan laba bersih perusahaan sebesar 5% dari US$ 6,1 juta di 9M 2021 menjadi US$ 6,4 juta di 9M 2022.

Pendapatan BRMS dari penjualan emasnya juga meningkat sebesar 28% dari US$ 5,6 juta di 9M 2021 menjadi $ 7,2 juta di 9M 2022.

Terlepas dari tren penurunan harga jual emas, BRMS berhasil meningkatkan produksi emasnya di Q3 2022. Hal ini memungkinkan BRMS untuk meningkatkan Pendapatan Perusahaan dari penjualan emasnya di tahun ini dari tahun lalu.

BRMS melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM), berhasil meningkatkan produksi emasnya sebesar 26% di tahun ini dari tahun lalu. Produksi emas CPM naik dari 98 kg di 9M 2021 menjadi 124 kg di 9M 2022.

Pasca penyelesaian konstruksi pabrik emas yang ke 2 di Palu, CPM menarik pinjaman sebesar US$ 51 juta dari Fasilitas Kredit Investasi Refinancing dari BNI pada bulan September 2022.

Pinjaman baru dari BNI tersebut digunakan untuk pelunasan pinjaman sebesar US$ 30 juta dari PT Adiprotek Envirodunia (Adiprotek) di Q4 2022 dan untuk kebutuhan modal kerja dan infrastruktur pendukung (US$ 21 juta) terkait pengoperasian pabrik emas ke 2 di Palu. Oleh karenanya di Q4 2022 pinjaman sebesar US$ 30 juta dari Adiprotek akan dilunasi.

Agus Projosasmito, Direktur Utama & CEO dari BRMS, mengatakan, "Terlepas dari penurunan harga jual emas, kami berhasil meningkatkan produksi emas Perusahaan di Q3 2022.

Oleh karenanya, Pendapatan dari penjualan emas tetap mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Dengan telah diselesaikannya pembangunan pabrik emas kedua kami di Palu, kami berharap untuk dapat meningkatkan produksi emas kami secara bertahap, dimulai pada Q4 2022," ungkapnya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (28/10/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Temukan Banyak Harta Karun, Laba BRMS Semakin Tebal


(ayh/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading