Jokowi Ingatkan Menteri Hati-hati, RI Jangan Kayak Inggris!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
11 October 2022 15:18
Presiden Jokowi Membuka BUMN Startup Day Tahun 2022, Kabupaten Tangerang, 26 September 2022. (Tangkapan layar via Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Jokowi Membuka BUMN Startup Day Tahun 2022, Kabupaten Tangerang, 26 September 2022. (Tangkapan layar via Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran menteri agar hati-hati dalam mengambil kebijakan. Jokowi tak mau Indonesia seperti Inggris, di mana kebijakannya malah membuat mata uang jatuh.

"Pak presiden mengingatkan mengambil kebijakan hati-hati," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan arahan Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (11/10/2022)

"Seperti yang terjadi di Inggris misalnya kebijakan yang membuat poundsterling jatuh," ujarnya.

Inggris diramalkan jatuh ke jurang resesi dalam waktu yang tidak lama lagi. Ini berawal dari lonjakan inflasi akibat tingginya harga pangan dan energi, imbas gangguan rantai pasok dan diperparah perang Rusia dan Ukraina.

Bank of England merespons situasi tersebut dengan kenaikan suku bunga acuan seperti halnya Amerika Serikat (AS). Namun di waktu yang sama pemerintahnya malah mengeluarkan kebijakan untuk mendorong perekonomian melalui instrumen pajak.

Pengumuman budget mini oleh Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng tentang dana pemotongan pajak senilai 45 miliar poundsterling (US$50.5 miliar) pada 23 September lalu telah memicu kenaikan imbal hasil (yield) obligasi negera Inggris secara signifikan. Padahal, yield obligasi adalah acuan utama bank KPR di Inggris untuk menetapkan suku bunga konsumen.

Bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) memang merespon shock di pasar obligasi dengan pembelian secara besar-besaran, khususnya surat utang berjatuh tempo panjang.

Situasi tersebut direspons buruk oleh pelaku pasar. Para pelaku pasar khawatir utang Inggris akan kembali meningkat. Padahal rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) saat ini lebih dari 100%, tertinggi dalam 60 tahun terakhir. Mata uang poundsterling akhirnya anjlok.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perpres Pengembangan EBT Diteken, Sektor Batu Bara Terdampak?


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading