Kalah Telak Dari Minyak Mentah, Kripto Sudah Tak Menarik?

Market - chd, CNBC Indonesia
10 October 2022 10:10
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash) Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas kripto utama cenderung menguat terbatas pada perdagangan Senin (10/10/2022), di mana sentimen pasar masih cenderung kurang baik.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, Bitcoin menguat 0,6% ke posisi harga US$ 19.510,29/koin atau setara dengan Rp 298.117.231/koin (asumsi kurs Rp 15.280/US$). Sedangkan untuk Ethereum bertambah 1,6% ke posisi US$ 1.332,36/koin atau Rp 20.358.461/koin.

Hanya koin digital (token) alternatif (altcoin) XRP yang menguat hingga lebih dari 4% pada hari ini, yakni melonjak 4,66% ke US$ 0,534/koin (Rp 8.160/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

CryptocurrencyDalam Dolar ASDalam RupiahPerubahan Harian (%)Perubahan 7 Hari (%)Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC)19.510,29298.117.2310,60%1,46%373,89
Ethereum (ETH)1.332,3620.358.4611,60%2,74%163,56
Tether (USDT)1,0015.2800,00%0,01%68,38
USD Coin (USDC)1,0015.280-0,01%-0,00%46,07
BNB278,984.262.8140,85%-2,80%45,00
XRP0,5348.1604,66%17,90%26,76
Binance USD (BUSD)1,0015.2800,02%-0,03%21,65
Cardano (ADA)0,42486.4910,85%0,20%14,57
Solana (SOL)33,17506.8381,93%2,24%11,87
Dogecoin0,062469541,51%4,35%8,27

Sumber: CoinMarketCap

Meski terpantau menguat, tetapi Bitcoin bertahan kembali di kisaran US$ 19.000. Bitcoin dan kripto lainnya cenderung menguat terbatas karena investor masih berhati-hati memburu aset berisiko. Mayoritas aset kripto dalam 7 hari terakhir menguat, tetapi juga tipis-tipis saja, kalah jauh ketimbang harga minyak mentah yang melesat belasan persen. 

Di pasar saham global, pergerakannya kembali melemah karena investor masih khawatir dengan sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi akan bertahan lama.

Hal ini terjadi setelah data tenaga kerja AS untuk September keluar. Biro statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan ada peningkatan jumlah pekerja sebanyak 263.000 pada September.

Jumlah tersebut memang jauh lebih rendah dibandingkan 315.000 pada Agustus. Namun, tingkat pengangguran melandai ke 3,5% pada September 2022 dari 3,7% pada Agustus.

Meskipun penambahan pekerja melandai tetapi angkanya masih terbilang solid. Dengan data yang masih solid, pasar pun berekspektasi jika kebijakan hawkish bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan bertahan lama.

"The Fed tidak akan membantu pasar. Kebijakan mereka untuk mengejar stabilitas harga bahkan bisa membuat pasar saham terkapar," tutur Christopher Harvey, analis dari Wells Fargo Securities, dikutip dari CNBC International.

Pada situasi saat ini, berita baik pada data ekonomi AS akan menjadi berita buruk karena mencerminkan bahwa pasar tenaga masih ketat, sehingga meningkatkan potensi The Fed untuk kembali agresif untuk meredam inflasi hingga mencapai targetnya di 2%.

Sementara itu menurut Co-founder Solana, Anatoly Yakovenko, mengatakan bahwa kebijakan hawkish The Fed kemungkinan akan bertahan 12-18 bulan.

"Melihat perkembangan makro, saya pekirakan The Fed akan ada kenaikan suku bunga The Fed secara brutal dalam 12-18 bulan. Namun, semua akan nada akhirnya. Setelah semua berlalu, banyak tim (kripto) yang akan fokus kepada menciptakan produk baru. Beberapa dari mereka mungkin akan suskes," tutur Yakovenko, seperti dikutip dari decrypt.co.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inflasi & Resesi Kian Nyata, Tapi Bitcoin cs Malah Menghijau


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading