Tak Mau Kebobolan! Alasan BI Kerek Bunga Acuan Jadi 4,25%

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
22 September 2022 14:35
Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan September 2022. (Tangkapan layar Youtube BI) Foto: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan September 2022. (Tangkapan layar Youtube BI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%, dengan suku bunga deposit facility naik menjadi 3,5% dan suku bunga lending facility menjadi 5%.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini. Dari 14 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus tersebut, semuanya kompak memperkirakan kubu MH Thamrin akan menaikkan suku bunga acuan.


Sebanyak 12 lembaga/institusi memperkirakan bank sentral akan mengerek BI7DRR sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,00% sementara dua lembaga/institusi memproyeksi kenaikan BI7DRR sebesar 50 bps menjadi 4,25%.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers mengungkap sejumlah alasan bank sentral kembali mengerek bunga acuan hingga 50 bps dalam RDG bulan ini. Ini merupakan bagian dari langkah frontloading BI.

"Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah frontloading, pre-emptive dan forward looking," kata Perry, Kamis (22/9/2022).

Perry mengatakan kenaikan suku bunga sebesar 50 bps merupakan salah satu cara bank sentral untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke kisaran sasaran BI di angka 3 plus minus 1% pada 2023.

"Serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat ketidakpastian pasar keuangan global di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat," kata Perry.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tahan (Lagi) Bunga Acuan, Simak Penjelasan Lengkap BI


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading