Dana Asing Rp 3,2 T Banjiri Bursa Saham RI, Efek Suku Bunga?

Market - Aulia Mutiara Hatia Putri, CNBC Indonesia
25 August 2022 10:22
Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (24/8/2022), sementara dana asing kembali mengalir di pasar keuangan Indonesia pasca Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup menguat 0,44% ke posisi 7.194,706 pada Rabu. IHSG kembali mendekati zona psikologisnya di 7.200.

Sementara nilai transaksi saham kemarin mencapai sekitaran Rp 13 triliun dengan melibatkan 27 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,2 juta kali. Ada 275 saham menguat, 246 saham melemah, dan 177 saham lainnya stagnan.

IHSG sukses rebound sejak perdagangan Selasa (23/8/2022) setelah terkoreksi tajam pada perdagangan perdana awal pekan ini.

Dana asing kembali masuk ke pasar saham di mana investor asing melakukan beli bersih (net buy) di seluruh pasar sebesar Rp 3,2 triliun dalam sepekan.

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2022 direspons positif oleh pelaku pasar.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 Agustus 2022 memutuskan untuk menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 3,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,5%," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers usai RDG, Selasa (23/8/2022).

Meski demikian, hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) ini di luar dari ekspektasi pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia menyatakan bahwa mayoritas responden memperkirakan MH Thamrin masih mempertahankan suku bunga acuan.

Dari 15 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus tersebut, 13 memproyeksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 3,5%. Dua lainnya memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 3,75% pada bulan ini.

Kenaikan suku bunga ini merupakan langkah preemptive dan forward looking untuk meredam ekspektasi inflasi inti yang dipicu oleh kenaikan BBM nonsubsidi dan kenaikan harga pangan.

Selain itu, keputusan ini dilakukan dalam rangka memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamental dengan tingginya ketidakpastian global yang semakin kuat.

Terbukti di mana rupiah mencatat rebound impresif melawan dolar Amerika Serikat (AS) Selasa kemarin setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,34% di Rp 14.835/US$ di pasar spot. Tidak sekedar menguat, rupiah juga menjadi mata uang terbaik di Asia.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) meyakini transaksi berjalan pada tahun ini akan mencatatkan surplus.

"Kinerja pembayaran Indonesia diperkirakan akan terjaga dengan transaksi berjalan yang surplus dalam kisaran 0,3% sampai defisit 1,5% dari PDB," ungkap Perry dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur Agustus 2022, Selasa (23/8/2022).

Surplus didukung oleh harga komoditas yang tinggi dan kinerja penanaman modal asing yang kuat, sejalan iklim investasi yang terus menunjukkan perbaikan dan positif.

Kondisi ini menopang ketahanan eksternal. Cadangan devisa pada Juli 2022 tetap tinggi pada US$ 132,2 miliar atau setara dengan 6,6 bulan impor.

Surplus transaksi berjalan meningkat signifikan pada kuartal II-2022 menjadi US$ 3,9 miliar, terutama ditopang oleh kinerja ekspor non-migas yang semakin baik.

Dengan demikian, transaksi berjalan telah mengalami surplus selama 4 kali berturut-turut sejak kuartal III-2021.

Meski dana investor asing masih positif bagi bursa saham Tanah Air tapi investor saat ini tengah berhati-hati mencermati komentar terbaru dari Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell.

Pertemuan tahunan simposium ekonomi di Jackson Hole akan dimulai pada Kamis (25/8/2022) waktu setempat, di mana Ketua The Fed dijadwalkan akan memberikan komentar pada Jumat (26/8/2022) pagi waktu setempat. Investor memprediksikan bahwa The Fed akan bertindak agresif untuk meredam inflasi.

Investor juga akan mengamati perkembangan data ekonomi AS untuk mengukur kesejahteraan ekonomi. Hari ini akan dirilis data persediaan barang tahan lama dan penjualan rumah.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Banjir Dana Asing Rp 1,88 T, IHSG Melesat Hari Ini


(aum/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading