Breaking News

Breaking! Harga Minyak Ambles Lagi 2% Lebih

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
17 August 2022 07:12
Sejumlah kendaraan roda dua mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Kebayoran Lama, Jakarta Selasa (16/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Sejumlah kendaraan roda dua mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Kebayoran Lama, Jakarta Selasa (16/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia jatuh pada perdagangan pagi ini. Koreksi harga si emas hitam mencapai lebih dari 2%.

Pada Rabu (17/8/2022) pukul 06:50 WIB, harga minyak jenis brent ada di US$ 92,34/barel. Ambles 2,9% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara yang jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) harganya US$ 86,53/barel. Turun 3,22%.


Penurunan harga minyak mentah dunia memang sudah terjadi pada Senin (15/8) setelah China merilis data ekonomi yang mengecewakan.

Penurunan pada ekonomi China pun membuat bank sentral China secara tak terduga memangkas suku bunga utamanya hingga 10 basis poin (bps) ke 2,75%.

Masalahnya, China adalah salah satu konsumen minyak terbesar dunia. Bahkan Negeri Panda menjadi importir minyak nomor satu di planet bumi.

Ekonomi yang memburuk membuat pelaku pasar memperkirakan konsumsi energi China akan berkurang. Saat permintaan dari sang pasar utama berkurang, jangan heran kalau harga minyak terjengkang.

"Saya pikir harga minyak bisa turun," kata Sarah Emerson, presiden ESAI Energy, sebuah perusahaan analitik.

"Kami memiliki beberapa faktor yang datang bersamaan pada saat yang sama: Kami memiliki China yang mengurangi impor minyak mentahnya pada kuartal ketiga, kami memiliki akhir musim bensin musim panas, kami memiliki kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi, dan terus terang, banyak pasokan."

Tapi dia dengan cepat menambahkan, "Itu tidak berarti harga tidak akan kembali naik," mencatat akan berakhirnya penarikan cadangan strategis - dari mana Amerika Serikat, dalam koordinasi dengan negara lain, telah melepaskan hingga a juta barel per hari - dan kemungkinan bahwa Eropa akan mengganti pembakaran minyak dengan gas alam jika terjadi musim dingin.

Bisa dikatakan saat ini antara sentimen bullish dan bearish berimbang. Sehingga jangan terlalu senang dahulu jika minyak saat ini turun. Karena sentimen pengerek harga masih ada.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Akan Buka Gembok , Harga Minyak Langsung Panas


(aaf/aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading