Terungkap! Resesi Bakal Menjauh Selama Orang RI Bisa Makan

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
12 August 2022 14:30
Alasan BI Tak Segera Naikkan Suku Bunga Saat Inflasi Naik(CNBC Indonesia TV) Foto: Alasan BI Tak Segera Naikkan Suku Bunga Saat Inflasi Naik(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian dunia kini berada dalam situasi yang teramat buruk. Beberapa negara dikhawatirkan akan jatuh ke jurang resesi dan mendorong terciptanya stagflasi global.

Indonesia sejauh ini belum masuk daftar negara tersebut. Indonesia bisa makin jauh dari resesi, salah satunya dengan menjaga perut rakyat terpenuhi atau kategori konsumsi rumah tangga.


"Kuncinya demand terjaga, Konsumsi kontribusinya 55-56% ke PDB ekonomi kita," ungkap Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam program Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (12/8/2022)

"Sepanjang menjaga konsumsi dengan baik, angka pertumbuhan tak mengalami perlambatan tajam, bahkan bisa meningkat," ujarnya.

Dody menuturkan indeks keyakinan konsumen masih terjaga di level optimistis, seiring dengan pelonggaran mobilitas dampak kasus covid-19 yang terkendali. Ini menandakan daya beli masyarakat cukup aman.

Hanya saja peningkatan inflasi tetap menjadi catatan pemangku kebijakan. Inflasi yang tidak terkontrol bisa menggerus konsumsi rumah tangga.

BI akan mengeluarkan kebijakan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. "Kami optimis, ekonomi Indonesia masih akan tumbuh dengan baik," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2022 Jadi 4,5-5,3%


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading