Bukit Asam Sabet 3 Penghargaan di Ajang TJSL & CSR Award 2022

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
12 August 2022 11:06
PTBA Foto: Dok PTBA

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraih 3 penghargaan sekaligus dalam ajang TJSL & CSR Award 2022 yang bertema "Akselerasi BUMN Mendorong Pemulihan Ekonomi Melalui TJSL & CSR". PTBA meraih penghargaan, antara lain Top 5 Star Pilar Ekonomi, Top 5 Star Pilar Lingkungan, dan CEO The Most Comitted to TJSL Initiative on Clean Coal Technology untuk Direktur Utama PTBA Arsal Ismail.

Penghargaan tersebut diterima oleh VP Sustainability PTBA Hartono dan Direktur Sumber Daya Manusia PTBA Suherman. Perusahaan diganjar Top 5 Star Pilar Ekonomi berkat program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Rosella dan Top 5 Star Pilar Lingkungan diperoleh berkat program Kampung Urban Bara Lestari. Sementara CEO The Most Comitted to TJSL Initiative on Clean Coal Technology disematkan pada Arsal Ismail karena PTBA mengembangkan gasifikasi batu bara di bawah kepemimpinannya.

"PTBA merasa bangga dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan dalam ajang TJSL & CSR Award 2022. Perusahaan memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan menitikberatkan pada keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan," kata Suherman dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).


Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa PTBA telah melakukan berbagai program. Pertama adalah program SIBA Rosella, yang  memberdayakan kurang lebih 100 orang perempuan.

Sebanyak 30 orang ibu rumah tangga memperoleh lapangan kerja baru dan menjadi ibu-ibu penggerak SIBA Rosella. Pengolahan rosella menjadi berbagai macam produk, mulai dari teh hingga sirup, meningkatkan penghasilan Rp 2-3 juta per bulan per orang.

Selanjutnya yaitu program Kampung Urban Bara Lestari. Melalui program ini, PTBA merelokasi 1.128 Kepala Keluarga (KK) atau 4.512 jiwa penduduk dari kawasan kumuh ke kawasan layak huni. Kawasan yang tadinya merupakan pemukiman padat dan kumuh diubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) berupa Zoo & Jogging Track.

Di samping itu, PTBA pun bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dan Air Products and Chemicals Inc (APCI) dalam proyek hilirisasi batu bara menjadi Dymethil Ether (DME) di Tanjung Enim. Menurut Suhendra, ini merupakan bagian dari langkah transformasi menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia.

Proyek Strategis Nasional ini, kata dia, akan dilakukan selama 20 tahun, dengan mendatangkan investasi asing dari APCI sebesar USD 2,3 miliar atau setara dengan Rp 32,9 triliun. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun untuk mengurangi impor LPG sebesar 1 juta ton per tahun.

"Penghargaan ini mendorong PTBA untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan, melakukan berbagai pendampingan pemberdayaan masyarakat dengan memperhatikan standar ESG (Environmental, Social, and Governance) dan GRC (Governance, Risk, and Compliance)," tegas Suherman.

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga merupakan Ketua Komite Penilai Kehormatan TJSL & CSR Award 2022 mengapresiasi Kementerian BUMN karena telah menempatkan posisi BUMN sebagai bagian dari warga dunia dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui implementasi program TJSL dan CSR.

Dia berharap, TJSL & CSR Award 2022 menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian para pelaku usaha terhadap kondisi lingkungan sosial, khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi.

"Penting pula kita sadari bahwa fungsi BUMN tidak hanya semata-mata sebagai agent of value creator yang memberikan kontribusi keuntungan, melainkan juga sebagai agent of development yang dituntut berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dalam menjalankan fungsinya sebagai generator aktivitas perekonomian, BUMN tidak boleh melupakan kontribusinya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Penilai TJSL & CSR Award 2022 Thendri Supriatno mengatakan, TJSL & CSR Award 2022 Tahun ke-2 fokus pada peran Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) BUMN dalam upaya pemulihan ekonomi di era transisi pandemi menuju endemi.

Parameter penilaian dalam ajang ini adalah akselerasi BUMN dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui TJSL & CSR yang mencakup empat aspek, yakni sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola perusahaan sesuai agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kategori penilaian terdiri dari tiga peringkat, yaitu bintang lima, bintang empat, dan bintang tiga.

"Seluruh program perusahaan harus sejalan dengan 4 pilar SDGs (sosial, ekonomi, lingkungan, hukum dan tata kelola perusahaan). Secara garis besar ada 6 aspek yang dinilai, yaitu kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, keberlanjutan, dan dokumen pelengkap (termasuk testimoni dan dokumentasi video)," jelas dia.

Thendri yang juga merupakan Ketua Umum Corporate Forum for CSR Development (CFCD) berharap TJSL BUMN mampu memberikan value bagi perusahaan baik dari sisi profit maupun benefit.

"Sehingga TJSL tidak lagi dipandang sebagai giving charity melainkan sebagai strategic management yang dampaknya terukur. Ajang ini tidak sekadar memberikan penghargaan melainkan menjadi sarana pembelajaran bersama bagi para peserta untuk meningkatkan kualitas program TJSL," tutupnya.

Sebagai informasi, TJSL & CSR Awards 2022 Tahun ke-2 merupakan event tahunan yang digagas BUMN Track, didukung oleh Indonesia Shared Value Institute (ISVI). Sebanyak 82 BUMN dan Anak Perusahaan BUMN turut menjadi peserta.

Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi BUMN dan anak usaha BUMN yang telah menjalankan praktek TJSL dan CSR terbaik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos PTBA Raih Penghargaan CEO Service & Operation Excellent


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading