Simak! BMTR Jawab Rencana Merger dengan MNCN

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
03 August 2022 16:40
MNC  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: MNC (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) melakukan klarifikasi soal rencana merger antara MNCN dengan BMTR.

Dalam keterbukaan informasi, Abuzzal Abusaeri, Corporate Secretary BMTR mengatakan bahwa dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 28 Juli 2022, pada sesi tanya jawab berkembang diskusi mengenai upaya meningkatkan harga saham BMTR.

"Salah satunya adalah dengan melakukan pemotongan chain listing (pencatatan berantai) dengan melakukan merger antara BMTR dengan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)," kata Abuzzal, dikutip Rabu (3/8/2022).

Menurutnya, perseroan akan melakukan elaborasi lebih lanjut dengan membentuk tim kajian secara internal untuk mempelajari berbagai kemungkinan dan/atau simulasi.

BMTR juga menjelaskan latar belakang merger ini karena ada diskusi dalam rapat yang berkaitan dengan harga saham perseroan.

"Namun hingga saat ini perseroan masih dalam tahap pendalaman/elaborasi dan belum terdapat proses definitif yang dapat dijelaskan," tegas Abuzzal.

Begitu pula dengan dampak dari rencana merger ini, ia menegaskan rencana merger masih perlu ditindaklanjuti dengan kajian/simulasi-simulasi termasuk simulasi terhadap kinerja operasional dan keuangan yang diharapkan akan bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan juga menegaskan jika hingga saat ini tidak ada informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat berpengaruh pada kelangsungan hidup perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham.

Untuk diketahui, harga saham BMTR sempat melesat dalam beberapa hari terakhir, seiring rencana pemegang saham untuk melakukan merger. Namun pada perdagangan hari ini, Rabu (3/8/2022), saham BMTR ditutup ambles 6,73% menyentuh auto reject bawah (ARB) ke level Rp 416 per unit. 

Sebelumnya kabar merger ini datang dari Hary Tanoe yang menyebut bahwa kondisi saham BMTR yang selalu sideways menjadi salah satu alasan utama dibalik rencana merger tersebut.

"Ada rencana MNCN dan BMTR dimerger," ujar Hary Tanoe pasca sesi tanya jawab RUPS usai. Meski demikian ia menegaskan kepada notaris bahwa hal tersebut bukan bagian dari resolusi RUPS.

Hary Tanoe mengisyaratkan bahwa hierarki harga saham Grup MNC di bidang media tidak sesuai harapan, dengan "harga saham paling tinggi justru ada di bawah."

MSIN yang merupakan operating company terkait digital adalah emiten media Grup MNC dengan harga tertinggi, diikuti oleh MNCN yang secara langsung memiliki empat televisi yaitu RCTI, MNCTV, GTV dan iNews.

Kondisi yang dinilai kurang optimal tersebut menjadi alasan merger. Adapun perusahaan yang bertahan pasca merger adalah BMTR dan nanti akan disebut MNC Media.

"The Merge Company, The New Company itu langsung memiliki empat TV," jelas Hary Tanoe secara lugas.

Dalam kesempatan itu Hary Tanoe juga memberikan sedikit bocoran terkait kapan proses merger ini akan selesai.

"Mudah-mudahan tahun depan bisa tuntas," ujar Hary Tanoe yang mengindikasikan jadwal proses merger kedua perusahaan.

Hary Tanoe juga mengemukakan optimisme bahwa langkah tersebut mampu mengerek harga saham BMTR yang ia sebut bergerak sideways.

Dia juga menambahkan bahwa pihak direksi sedang melakukan simulasi terkait merger.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham BMTR Menguat, Ada Apa?


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading