Usai Merugi, Bukalapak Cetak Laba Bersih Rp 8,59 Triliun

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
01 August 2022 19:21
Bukalapak Foto: Bukalapak

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 8,59 triliun pada semester pertama tahun 2022. Angka tersebut meroket sebesar 1.220% dari rugi bersih sebesar Rp 767 miliar pada periode yang sama tahun 2021.

Meskipun perseroan telah mencatat laba bersih pada paruh pertama tahun ini, pihaknya tetap memiliki fokus pada kinerja operasional Perseroan. Sehingga, manajemen perseroan tetap menggunakan adjusted EBITDA sebagai indikator kinerja perseroan.

Bukalapak berhasil membukukan laba operasional sebesar Rp 8,606 triliun pada semester pertama 2022, atau mengalami peningkatan sebesar 1.209% dari rugi operasional sebesar Rp 776 miliar pada tahun lalu, terutama disebabkan oleh laba nilai investasi marked-to-market dari PT Allo Bank Indonesia Tbk.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2022, capaian laba bersih tersebut didorong oleh pendapatan Bukalapak pada kuartal II yang tumbuh sebesar 105% menjadi Rp 903 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan Bukalapak pada semester pertama 2022 meningkat sebesar 96% dari sebelumnya menjadi Rp 1,691 triliun.

Pendapatan tersebut didorong oleh pendapatan Mitra pada kuartal II yang meningkat sebesar 242% menjadi Rp 498 miliar, sedangkan pendapatan Mitra pada semester pertama 2022 tumbuh sebesar 235% dari sebelumnya menjadi Rp 970 miliar.

Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan menunjukkan peningkatan dari 33% pada kuartal II-2021 menjadi 55% pada kuartal II-2022.

"Perseroan memiliki komitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik," tulis keterangan resmi perseroan, Senin (1/8/2022).

Adapun Total Processing Value (TPV) selama kuartal kedua tahun 2022 tumbuh sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 36,5 triliun.

Pertumbuhan TPV Perseroan didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 24% sepanjang 3 bulan kedua di tahun 2022 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebanyak 75% TPV Perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan perseroan, di mana TPV Mitra pada kuartal II-2022, bertambah sebesar 25% menjadi Rp 17,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan pada semester pertama tahun ini yang tumbuh sebesar 46% menjadi Rp 35 triliun dari periode yang sama pada tahun lalu.

Pertumbuhan Mitra ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir bulan Juni 2022, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 14,2 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021.

Sepanjang semester pertama 2022, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk kompensasi berbasis saham) terhadap TPV membaik menjadi 1,0% dibandingkan dengan 1,2% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Margin kontribusi Bukalapak, yang dihitung sebagai laba kotor dikurangi beban penjualan dan pemasaran terhadap TPV, menunjukkan peningkatan dari -0,2% pada pada semester I-2021 menjadi -0,1% terhadap TPV di semester I-2022.

Margin kontribusi Marketplace Bukalapak terhadap TPV Marketplace meningkat dari -0,1% di semester I-2021 menjadi 0,3% di semester I-2022, sementara margin kontribusi Mitra terhadap TPV Mitra membaik dari -0,5% di semester I-2021 menjadi -0,4% di semester I-2022.

Bukalapak membukukan adjusted Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (adjusted EBITDA) sebesar -Rp 732 miliar pada semester I-2022, di mana rasio adjusted EBITDA terhadap TPV menunjukkan peningkatan dari -1,2% di semester I-2021 menjadi -1,0% di semester I-2022.

Dengan peningkatan efisiensi yang diiringi oleh pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas Perseroan sebesar Rp 20 triliun pada akhir bulan Juni 2022. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukalapak Salah Catat Akuisisi dari Rp 14M jadi Rp 14T


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading