Berkat IMF dan Rusia, Harga Emas Naik Pagi Ini

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
27 July 2022 07:15
Pemilik toko perhiasan menata perhiasan emas di Kawasan Cikini Gold Center, Jakarta, Senin, (25/7/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Pemilik toko perhiasan menata perhiasan emas di Kawasan Cikini Gold Center, Jakarta, Senin, (25/7/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas kembali bersinar. Pada perdagangan Rabu (27/7/2022) pukul 06:28 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.717,64 per troy ons. Naik tipis 0,04%.

Pelemahan tersebut memutus tren negatif emas yang sudah berlangsung selama dua hari. Pada perdagangan kemarin, emas ditutup melemah 0,1% ke posisi US$ 1.717 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas masih menguat 1,2% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas sudah amblas 5,8% sementara dalam setahun merosot 4,5%.



Analis OANDA Edward Moya mengatakan penguatan emas ditopang oleh melandainya yield surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran resesi. Yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melandai 0,6% ke posisi 2,8% pada penutupan perdagangan kemarin.

Sementara itu, ancaman resesi semakin meningkat setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas kembali proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,2% pada tahun ini. IMF sudah memangkas proyeksi pertumbuhan global sebanyak tiga kali pada tahun ini.

Ancaman resesi juga meningkat setelah perusahaan gas Rusia, Gazprom, memangkas kembali pasokan gas di Eropa. Keputusan tersebut dikhawatirkan memicu krisis energi di benua Biru.

"Melandainya yield menjadi sinyal yang bagus bagi pergerakan emas. Kekhawatiran pasar di bursa saham, isu geopolitik dan krisis energi juga akan mendorong permintaan akan aset aman seperti emas," tutur Moya, kepada Reuters.

Moya menambahkan faktor-faktor tersebut membuat tekanan emas yang meningkat menjelang rapat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) sedikit berkurang.

Analis dari Bank of China International, Xiao Fu, mengatakan selama ini kenaikan suku bunga acuan menjadi faktor penggerak utama di belakang pergerakan emas. Namun, faktor tersebut sedikit teredam oleh kekhawatiran resesi sehingga harga emas kerap naik turun.

"Volatilitas harga emas terjadi karena ada faktor lain yakni risiko inflasi dan kekhawatiran resesi," ujarnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kembali Tiarap! Harga Emas Turun Lagi


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading