Kripto Sih Menguat, Tapi Tipis Saja

Market - chd, CNBC Indonesia
04 July 2022 09:40
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas kripto utama cenderung menguat pada perdagangan Senin (4/7/2022), meski investor masih belum kembali berinvestasi di pasar kripto karena kondisi makroekonomi yang belum pulih.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:05 WIB, Bitcoin naik 0,14% ke harga US$ 19.209,13/koin atau setara dengan Rp 286.984.402/koin (asumsi kurs Rp 14.940/US$), sedangkan Ethereum menguat 1,44% ke posisi US$ 1.072,29/koin atau Rp 16.020.013/koin.

Sedangkan beberapa koin digital (token) alternatif (alternate coin/altcoin) seperti XRP melesat 3,32% ke US$ 0,324/koin (Rp 4.841/koin), Solana bertambah 1,89% ke US$ 33,4/koin (Rp 498.996/koin), dan Dogecoin melaju 3,04% ke US$ 0,06771/koin (Rp 1.012/koin).


Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin kembali diperdagangkan di kisaran harga US$ 19.000 pada hari ini, di mana Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 19.000 sejak Sabtu pekan lalu.

Meski pada hari ini cenderun menguat, tetapi sejatinya investor masih cenderung menjauhi pasar kripto karena kondisi makroekonomi yang masih belum pulih. Kekhawatiran resesi dan kenaikan suku bunga The Fed juga membuat aset kripto dijauhi karena dinilai berisiko.

Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) menegaskan akan tetap menaikkan suku bunga acuan meskipun kebijakan tersebut berdampak pada perlambatan ekonomi Negeri Paman Sam.

Kebijakan The Fed membuat pasar makin khawatir terhadap ancaman resesi sehingga memilih mengamankan asetnya dari instrumen yang berisiko seperti mata uang kripto.

Melemahnya daya beli serta indeks kepercayaan konsumen juga menambah tekanan ke pasar kripto.

Sebelumnya pada pekan lalu, Conference Board (CB) melaporkan tingkat keyakinan konsumen Juni merosot menjadi 98,7, dari bulan sebelumnya 103,3. Penurunan tersebut membawa tingkat keyakinan konsumen ke titik terendah dalam 16 bulan terakhir.

Angka di bawah 100 menunjukkan konsumen pesimistis, sementara di atasnya optimistis.

"Prospek konsumen semakin suram akibat kekhawatiran akan inflasi, khususnya kenaikan harga gas dan makanan. Ekspektasi kini turun ke bawah 80, mengindikasikan pertumbuhan yang lebih lemah di semester II-2022, begitu juga adanya peningkatan risiko resesi di akhir tahun," kata Lyyn Franco, direktur ekonomi Conference Board.

Ketika dana berpindah dan potensi resesi makin membesar, maka pasar kripto menjadi korbannya karena masyarakat tak lagi "getol" menempatkan dananya di aset berisiko tersebut.

Di lain sisi, krisis yang menimpa perusahaan kripto masih terus berlanjut dan turut memperberat kinerja kripto kedepannya.

Terbaru, yakni pada Jumat pekan lalu, perusahaan peminjaman kripto yakni Voyager Digital, yang sebelumnya enggan berniat untuk mensuspensi penarikan dan transaksi nasabah, pada akhirnya mengikuti langkah Celsius, dkk.

Voyager telah menangguhkan penarikan, perdagangan, dan penyetoran ke platform-nya, mengikuti langkah Celsius Network, Babel Finance, dan CoinFLEX.

Langkah tersebut juga dilakukan beberapa hari setelah Voyager resmi menyatakan gagal bayar (default) kepada perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) yang juga sekaligus debiturnya yakni Three Arrows Capital (3AC).

Chief Executive Voyager, Stephen Ehrlich mengatakan langkah itu memberi perusahaan "waktu tambahan untuk terus mengeksplorasi alternatif strategis dengan berbagai pihak yang berkepentingan" sambil mempertahankan nilai platform.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kripto Bergairah Lagi, Bitcoin Mencoba Menembus US$ 21.000


(chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading