Mayday Mayday! Harga Emas Jeblok ke Bawah US$ 1.800

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
01 July 2022 17:45
[Tak Hanya Logam Mulia, Perhiasan Saat Ini Banyak Diburu Warga Untuk Investasi.(CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas jeblok hingga ke bawah level psikologis US$ 1.800/troy ons. Pada perdagangan Jumat (1/7/2022) pukul 16:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.794,1 per troy ons. Harga emas melemah 0,71%.

Harga tersebut membawa emas ke bawah US$ 1.800 per troy ons untuk pertama kalinya sejak 31 Januari tahun ini atau dalam lima bulan terakhir.

Pelemahan hari ini juga memperpanjang tren negatif emas yang sudah berlangsung sejak Senin pekan ini.


Dalam sepekan, harga emas sudah menyusut 1,8% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga merosot 2,8% sementara dalam setahun masih menguat 1%.

Analis pasar Reuters Wang Tao mengatakan emas bisa terus melemah ke harga US$ 1.784 per troy ons setelah melewati titik support-nya di US$ 1.801.
Pelemahan emas dipicu menguatnya dollar Amerika Serikat (AS) serta kebijakan India menaikkan bea impor emas.

Pada sore ini, dollar index berada di kisaran 105, meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 104,7.

Melemahnya emas juga disebabkan kebijakan India yang menaikkan bea impor emas menjadi 12,5% dari 7,5%. Kenaikan bea impor merupakan upaya India untuk menurunkan permintaan sekaligus defisit perdagangan. Bea impor akan membuat harga emas makin mahal di India sehingga diharapkan jumlah pembelian turun.

India membukukan defisit neraca perdagangan senilai US$ 24,9 miliar pada Mei 2022, naik drastis dibandingkan defisit sebesar US$ 6,53 miliar pada Mei 2021. Impor emas India sendiri melonjak hingga mencapai US% 6 miliar pada Mei 2022 dari US$ 678 juta pada Mei 2021.

"Kenaikan harga yang tiba-tiba ini akan menurunkan permintaan perhiasan bulan ini," tutur Prithviraj Kothari dari RiddiSiddhi Bullions, seperti dikutip Reuters.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Rekor Lagi!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading