Ini Biang Kerok yang Bikin Harga CPO Bakal Drop Tahun Ini

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
30 June 2022 09:35
Antrean truk kelapa sawit di Kalimantan Tengah (Tangkapan layar Apkasindo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga CPO diprediksi akan anjlok tahun ini. Hal itu disebabkan oleh adanya kekhawatiran penutupan sementara pabrik CPO di Malaysia akibat biaya produksi yang lebih tinggi lantaran krisis tenaga kerja. Sehingga, hal itu mengganggu produksi.

Selain itu, meningkatnya harga minyak kedelai turut mendongkrak harga CPO. Kontrak harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade sudah naik 1,5%. Pergerakan harga CPO juga turut dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Sementara, perusahaan riset asal Amerika Fitch Ratings memprediksikan harga CPO akan di banderol dengan harga di bawah US$ 1.000/ton pada paruh kedua tahun ini, setelah sempat mencapai harga dengan rata-rata US$1.500/ton di paruh pertama tahun ini.


Penurunan harga CPO diprediksikan karena potensi produksi CPO yang lebih tinggi dari Indonesia. Berdasarkan riset Fitch, produksi CPO Indonesia telah melesat 9% pada kuartal pertama, tapi produksi di Malaysia datar pada lima bulan pertama tahun ini.

Department of Agriculture Amerika Serikat (USDA) juga memprediksikan produksi CPO Indonesia akan melesat 8% pada 2022-2023. Sedangkan, produksi CPO Malaysia akan dipengaruhi oleh krisis tenaga kerja asing yang diproyeksikan akan terus terjadi hingga enam bulan kedepan. Namun, situasi tersebut mungkin akan terselesaikan pada awal 2023, jika penyebaran virus Covid-19 tidak terjadi lagi dan perbatasan negaranya dibuka kembali.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bikin Bos Sawit Tajir, Laba Emiten CPO Ini Naik 1.600% Lebih


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading