Bitcoin Cs Loyo Lagi, 'Drama' Krisis Kripto Belum Usai?

Market - chd, CNBC Indonesia
29 June 2022 11:05
Harga Bitcoin anjlok Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas kripto utama terpantau kembali melemah pada perdagangan Rabu (29/6/2022), di mana sentimen pasar saat ini masih cenderung negatif sehingga investor masih belum bergairah untuk kembali memburu kripto hari ini.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:05 WIB, Bitcoin melemah 1,45% ke harga US$ 20.335,81/koin atau setara dengan Rp 301.986.779/koin (asumsi kurs Rp 14.850/US$), sedangkan Ethereum merosot 2,06% ke posisi US$ 1.150,28/koin atau Rp 17.081.658/koin.

Sedangkan beberapa koin digital (token) alternatif (alternate coin/altcoin) seperti Solana ambruk 4,78% ke US$ 35,64/koin (Rp 529.254/koin) dan Dogecoin ambles 3,69% ke US$ 0,06724/koin (Rp 999/koin).


Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin cenderung stabil di zona psikologis US$ 20.000 hari ini. Sedangkan Ethereum diperdagangkan di kisaran US$ 1.150 pada hari ini. Beberapa altcoin juga masih cenderung lesu pada hari ini.

Pasar kripto yang masih kurang bergairah mengikuti pergerakan pasar saham di Amerika Serikat (AS), di mana bursa saham AS kembali berjatuhan karena investor merespons negatif dari data indeks keyakinan konsumen (IKK) versi Conference Board (CB).

Conference Board (CB) kemarin melaporkan tingkat keyakinan konsumen Juni merosot menjaid 98,7, dari bulan sebelumnya 103,3. Penurunan tersebut membawa tingkat keyakinan konsumen ke titik terendah dalam 16 bulan terakhir.

Angka di bawah 100 menunjukkan konsumen pesimistis, sementara di atasnya optimistis.

"Prospek konsumen semakin suram akibat kekhawatiran akan inflasi, khususnya kenaikan harga gas dan makanan. Ekspektasi kini turun ke bawah 80, mengindikasikan pertumbuhan yang lebih lemah di semester II-2022, begitu juga adanya peningkatan risiko resesi di akhir tahun," kata Lyyn Franco, direktur ekonomi Conference Board.

Saat tingkat keyakinan konsumen merosot, ekspektasi inflasi justru meroket. Conference Board menunjukkan ekspektasi inflasi dalam 12 bulan ke depan mencapai 8%, tertinggi sejak data mulai dikumpulkan pada Agustus 1987.

Tingginya ekspektasi inflasi tersebut membuat pasar melihat bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bisa semakin agresif dalam menaikkan suku bunga.

Di lain sisi, 'drama' perusahaan terkait kripto yang tersandung masalah akibat kejatuhan kripto pertama pada awal bulan lalu masih menjadi sentimen negatif di pasar kripto hingga hari ini.

Setelah pada Senin lalu, perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) kripto yakni Three Arrows Capital (3AC) resmi dinyatakan gagal bayar (default) oleh krediturnya yakni perusahaan broker kripto, Voyager Digital, 'drama' di pasar kripto belum usai.

Pada Selasa kemarin, CEO pertukaran kripto berjangka CoinFLEX menuduh pendukung Bitcoin Cash dan investor terkenal Roger Ver berutang sebesar US$ 47 juta dalam stablecoin USD Coin (USDC).

Ver telah men-tweet sebelumnya bahwa "beberapa rumor telah menyebar" dan dia telah dinyatakan gagal membayar utangnya kepada rekanan. Tetapi sebaliknya, pihak lawan "berutang sejumlah besar uang kepada saya."

Di lain sisi, ada kabar kurang menggembirakan lagi, di mana sebuah laporan muncul bahwa pertukaran kripto Huobi Global juga akan memangkas lebih dari 30% dari tenaga kerjanya, sebagai dampak dari crash kripto.

"Selama dua minggu terakhir, kami telah melihat pasar bearish diikuti oleh kabar buruk yang selalu bermunculan di pasar kripto," kata Walter Teng, rekan strategi aset digital di firma riset investasi independen FundStrat, melalui riset hariannya, dikutip dari CoinDesk.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin Cs Bangkit, Tapi Investor Belum Kembali, Trauma?


(chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading