Pakar: Biaya Administrasi Perbankan Adalah Hal Wajar

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
28 June 2022 19:12
Ilustrasi ATM (Image by Sebastian Ganso from Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produk tabungan dari perbankan biasanya mengenakan biaya administrasi bulanan kepada para nasabahnya. Besaran biaya ini pun berbeda-beda di setiap bank, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Biaya tersebut dibebankan mengingat ada berbagai layanan yang bisa didapatkan pelanggan. Mulai dari keamanan penyimpanan, fasilitas penarikan uang tunai di berbagai wilayah, hingga fasilitas transaksi mobile banking yang bisa dilakukan selama 24 jam setiap harinya.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menjelaskan, bahwa biaya administrasi yang ditetapkan layanan perbankan merupakan hal yang wajar. Biaya tersebut juga merupakan bagian dari pelayanan bagi nasabah atau customer.


"Biaya ini termasuk hal yang wajar karena bagaimana pun layanan yang diberikan akan sangat variatif karena bank kemudian memanfaatkan ini sebagai investasi untuk mengembangkan layanan dalam bentuk apa pun," jelas dia kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/6/2022).

Kata dia, langkah tersebut termasuk pengembangan layanan digital oleh perbankan. Sehingga, nasabah bisa mendapatkan layanan yang cepat dan mudah.

Adapun dia menekankan, pihak perbankan perlu untuk melakukan sosialisasi agar nasabah dapat memahami produk perbankan dengan cukup baik. Langkah ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti e-mail atau melalui media sosial. 

Lebih lanjut, kebijakan semacam itu juga tidak hanya berlaku di Indonesia, melainkan terjadi di negara lain. Di mana perbankan membebankan biaya administrasi bagi nasabah.

"Ada di luar negeri. Tapi kemudian kalau di luar negeri layanan yang diberikan sudah variatif, sangat advance dibandingkan layanan yang sudah umum dijual di perbankan Indonesia. Sehingga buat mereka berapa pun akan dibayar," jelas Nurdin.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pengamat ekonomi perbankan Bina Nusantara Universitas (Binus) Doddy Ariefianto. Dia menjelaskan bahwa layanan perbankan di negara lain pun membebankan biaya administrasi bagi para nasabahnya.

"Biasa juga kok di luar negeri, namanya account maintenance fee kayak di Amerika Serikat bisa mencapai USD 170 per tahun berdasarkan situs Money Rates," ungkap Doddy.

Dia turut menilai bahwa biaya administrasi termasuk hal yang wajar karena pihak perbankan menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan operasionalnya.

"Iya wajar karena kan bank mengeluarkan biaya untuk mengelola rekening nasabah," ujar dia. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BRI Dinobatkan Jadi Merek Bank Paling Bernilai di Indonesia


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading