Jreng! Bakal Ada Investor Baru yang Akan Suntik Modal Garuda

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
28 June 2022 10:53
Konfrensi Pers PKPU Garuda Indonesia. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bakal mendapatkan suntikan modal baru selain pemerintah. Setelah lolos dari penundaan pembayaran kewajiban utang (PKPU) berencana menerbitkan saham baru (rights issue)

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Garuda akan melakukan aksi korporasi rights issue sebanyak dua kali. Pada rights issue pertama, pemerintah juga akan menggelontorkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 7,5 triliun pada kuartal III tahun ini.

"Kuartal III akan rights issue dari PMN Rp 7,5 triliun harapannya akan memiliki ekuitas positif," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (28/6).


Rencana rights issue pertama tersebut juga berasal dari cadangan pembiayaan investasi pembiayaan operasional dan pendanaan restrukturisasi selama tahun 2022-2023. Alhasil porsi kepemilikan pemerintah naik dari 60,54% menjadi 65%.

Sementara untuk rights issue yang kedua, rencananya akan dilakukan pada kuartal IV 2022 karena butuh pendanaan dari investor baru. Karena adanya pendanaan dari mitra strategis maka kepemilikan pemerintah terdilusi menjadi 51%.

Ia optimis akan ada investor yang bermitra menjadi mitra strategis Garuda karena prospek masa depan perseroan mulai terlihat cerah. Salah satunya, dengan pernyataan putusan hasil PKPU yang akan dilanjutkan dengan restrukturiasi dan pembenahan kinerja operasional perseroan.

"Investor airlines luar negeri. Kami yakin dengan fokus di rute domestik penumpang luar biasa. Kita optimis ada yang cukup berminat," pungkasnya.

Kementerian BUMN sebelumnya juga menjelaskan, bahwa Garuda Indonesia berencana untuk melakukan right issue sebagai salah satu sumber pendanaan, apabila prospek PKPU telah mencapai perdamaian dan homologasi.

Usai mendapat restu dari para kreditur, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku bersyukur atas tahap yang telah dilewati dan selanjutnya akan melanjutkan proses restrukturisasi. Proses restrukturisasi masih menunggu setidaknya 30 hari sambil menunggu finalisasi kreditur. Apalagi ada beberapa kreditur yang tidak terverifikasi namun teridentifikasi seperti Boeing.

"Yang jelas kami akan menjalankan keputusan pengadilan. Kedua kami akan melakukan bisnis seperti biasa, termasuk mempercepat penyediaan pesawat yang selama ini ditunggu teman-teman dan juga publik," jelas Irfan usai sidang PKPU, di PN Jakarta Pusat, Senin (27/6/2022).

Bukan cuma itu, rencana penanaman modal (berupa PMN) yang sudah disetujui DPR juga bisa segera dilanjutkan karena homologasi sudah selesai. "Dengan sudah selesainya homologasi, proses penanaman modal bisa kita lakukan dalam bentuk rights issue dan segala macam. Namun butuh proses yang harus difinalisasi untuk menjaga governance," tegas Irfan.

Oleh karena itu, Irfan menjelaskan akan segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk aksi korporasi yang akan dilakukan. Sementara untuk bisnis, Garuda tidak akan mengurangi rute dalam waktu dekat. Apalagi rute yang ada saat ini dianggap menguntungkan.

"Kami akan me-review satu demi satu sambil menunggu pasar," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Garuda Buka Penerbangan Langsung Sydney-Denpasar


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading