Review Sepekan

Pasar Gonjang-Ganjing, Tapi Kripto Malah Cenderung Moncer

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
26 June 2022 18:45
Representations of cryptocurrency Dogecoin are seen in this illustration taken June 16, 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mata uang kripto sepanjang pekan ini cenderung menguat, di tengah masih tingginya ketidakpastian seputar akhir krisis Ukraina sementara kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran resesi yang menekan kelas aset investasi konvensional.

Tingginya inflasi mendorong bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bp) dan diperkirakan mengulanginya pada Juli depan. Akibatnya, resesi diprediksi bakal terjadi.

Harga Bitwise 10 Crypto Index Fund, reksa dana indeks yang mengacu pada pergerakan 10 mata uang kripto utama di dunia, tercatat anjlok 2,75% pada perdagangan Jumat (24/6/2022) menjadi 12,01.


Namun secara mingguan, posisi tersebut setara dengan reli sebesar 2,65% jika dibandingkan dengan penutupan Jumat akhir pekan lalu, yang berada di level 11,7. Secara tahun berjalan, indeks Bitwise masih terhitung anjlok 68,5%.

Di dalam reksa dana indeks Bitwise, Bitcoin menyumbang 66,4% kapitalisasi pasarnya diikuti Ethereum sebesar 24%. Sisanya berasal dari mata uang kripto lain yakni Cardano, Solana, Polkadot, Avalanche, Litecoin, Polygon, Chainlink dan Bitcoin Cash.

Di antara 10 mata uang kripto berkapitalisasi pasar terbesar yang terdata oleh Coinmarketcap, reli harga terbesar sepanjang 7 hari terakhir ini dibukukan oleh Solana yakni sebesar 41,93% menjadi US$ 41,41 atau Rp 614.090 per keping pada pukul 15:00 WIB.

Sebaliknya, koin Binance USD menjadi mata uang kripto yang berkinerja terburuk, dengan koreksi tipis 0,02% menjadi US$ 1 atau Rp 14.830 per keping. Kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 55,9 miliar atau setara dengan Rp 829 triliun.

Di antara 100 mata uang kripto berkapitalisasi pasar terbesar, Compound menjadi jawara reli (top gainer) sepekan, sebesar 90,22% menjadi US$ 53,6/keping. Sebaliknya XDC Network mengalami koreksi terparah, yakni minus 1,25% ke US$ 0,029 atau Rp 430,5 per keping.

Compound adalah fasilitas pinjam-meminjam mata uang kripto berbasis blockchain. Sementara itu, XDC Network diklaim sebagai pengembang blockchain hibrida pertama di dunia yang berbasis sistem terbuka (open source) tetapi siap digunakan untuk korporasi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Data Ekonomi AS Kurang Baik, Kripto Ambrol Bos!


(ags/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading