Bitcoin Ambrol 70% Lebih, Emas Bakal Berkilau Cemerlang!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 June 2022 08:33
Emas batangan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto kembali mengalami crash di bulan ini, harga bitcoin bahkan sempat jeblok ke bawah US$ 20.000/koin. Jebloknya mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut, disusul dengan aset kripto lainnya membuat emas diprediksi akan kembali cemerlang.

Bitcoin kerap digadang-gadang sebagai emas digital, sehingga keduanya sering dibanding-bandingkan.

Harga emas dunia sendiri di tahun ini ini cukup berfluktuasi, sempat menyentuh US$ 2.069/troy ons, atau nyaris memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$ 2.072/troy ons yang dicapai pada Agustus 2020 lalu.


Namun setelahnya, emas kembali terkoreksi dan bergerak di kisaran US$ 1.800 - US$ 1.875/troy ons.

Sebaliknya, bitcoin terpuruk. Sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 68.000/koin, harganya terus merosot hingga ke bawah US$ 18.000/koin, sebelum kembali ke kisaran US$ 20.000/koin.

Dari rekor tertinggi sepanjang masa tersebut, bitcoin sudah ambrol lebih dari 70%.

Para analis melihat meroketnya nilai bitcoin pada tahun lalu menggerogoti pasar emas. Sementara sebaliknya di tahun ini, jebloknya bitcoin dikatakan bisa menjadi berkah bagi emas.

"Saya melihat crash di aset kripto akan memperkuat kembali nilai emas. Hanya ada satu aset (emas) yang secara historis memiliki kualitas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, dan itu bukan aset kripto," kata Kristina Hooper, kepala strategi investasi di Invesco, sebagaimana dilansir Kitco News, Senin (20/6/2022).

Hopper juga melihat, pergerakan emas saat ini cukup bagus, meski bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed agresif menaikkan suku bunga, tetapi nilainya tidak merosot.

Seperti di ketahui, The Fed pada pekan lalu menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 1,5% - 1,75%, dan di bulan depan akan menaikkan lagi sekitar 50 - 75 basis poin.

Tidak hanya itu, di akhir tahun suku bunga diperkirakan berada di 3,25% - 3,5%.

Kenaikan suku bunga biasanya akan berdampak negatif bagi emas, tetapi kali ini emas masih kuat. Hooper melihat, jebloknya bursa saham AS (Wall Street) serta risiko resesi membuat permintaan emas masih tinggi.

"Kinerja emas masih akan terus bagus saat The Fed dilihat akan membawa perekonomian AS kembali resesi. Itu membuat korelasi emas dengan suku bunga menjadi berbeda kali ini," kata Hooper.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Aduh, Harga Emas Turun Lagi....


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading