Ada Kabar Baik dari Sri Mulyani Soal Utang RI, Simak!

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
20 June 2022 10:35
Pendapatan Negara Tembus 2T Foto: Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengelolaan utang saat ini menjadi sangat penting. Tidak sedikit negara kini berhadapan dengan masalah kesulitan dalam pembayaran utang.

Indonesia masuk dalam kategori negara yang berhasil mengelola utang dengan baik. Meskipun secara nominal ada lonjakan yang signifikan dalam dua tahun terakhir imbas pandemi covid-19.


Hal ini dapat diukur dari rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), di mana sudah alami penurunan sampai 13%.

"Dengan penerimaan yang kuat dari commodity boom, rasio utang kita terhadap PDB sebenarnya telah turun 13%," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam UI International Conference on G20, dikutip Senin (20/6/2022).

Rasio utang terhadap PDB saat ini adalah 39% dengan nominal utang mencapai Rp 7.040,32 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat UI International Conference on G20 (Tangkapan Layar Youtube UI Teve)Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat UI International Conference on G20 (Tangkapan Layar Youtube UI Teve)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat UI International Conference on G20 (Tangkapan Layar Youtube UI Teve)

Pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun ketiga, namun masih banyak negara yang mengalami defisit sangat dalam. Kondisi ini bermuara terhadap peningkatan utang publik untuk negaranya.

"Beberapa negara rasio utang sudah di atas 60% bahkan ada yang 80% bahkan 100% terhadap PDB. Jadi mereka sekarang memiliki rasio utang terhadap PDB yang lebih dramatis, dan untuk negara yang berpenghasilan rendah dan rentan situasinya menjadi tidak berkelanjutan," tuturnya.

Oleh karena itu, dalam kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 berupaya untuk menyinkronkan kerangka kebijakan dan diskusi bersama negara G20 untuk mencari solusi untuk negara berpenghasilan rendah yang tengah terlilit utang.

"Begitu banyak negara berpenghasilan rendah sebenarnya dalam risiko yang sangat mengerikan atau mendekati krisis keuangan. Menurut IMF lebih dari 60 negara berada dalam kondisi yang sangat rentan secara finansial dan oleh karena itu dunia perlu merespon," jelas Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Utang Luar Negeri RI Rp 5.972 T, Dari China Paling Besar?


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading