Tambah Modal, Bank Maspion Rights Issue 4,17 Miliar Saham

Market - vap, CNBC Indonesia
09 June 2022 16:18
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) berencana menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (9/6/2022), Bank Maspion bakal menerbitkan 4.176.854.000 saham baru atau sebanyak-banyaknya 48,45% dari modal disetor Perseroan. 

Perseroan akan meminta restu pemegang saham terkait rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juli 2022. 


Adapun jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB atas rencana PMHMETD II sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan. Perseroan berencana untuk melaksanakan penambahan modal dalam periode 12 bulan tersebut.

Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam meningkatkan penyaluran jumlah kredit atau pinjaman, dan/atau investasi lainnya. 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (9/6/2022), saham BMAS ditutup melemah 1,79% ke level Rp 1.375 per unit. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Rights Issue, CMNP Minta Restu Pemegang Saham 17 Februari


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading