Ini 10 Negara dengan Utang Terbanyak, RI Masuk Daftar?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 May 2022 13:45
Well-wishers wave Japanese flags while waiting to see Japan's Emperor Naruhito making New Year's public appearance with his imperial families at Imperial Palace in Tokyo Thursday, Jan. 2, 2020. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia -  Utang pemerintah Indonesia pada 30 April 2022 tercatat sebesar Rp 7.040,32 triliun, berdasarkan data dari APBN KiTA edisi Mei 2022.

Utang tersebut didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) rupiah yang nilainya mencapai Rp 4.993,48 triliun. Kemudian SBN dalam bentuk valuta asing sebesar Rp 1.235,41 triliun. Selain itu, utang dalam bentuk pinjaman luar negeri mencapai Rp 779,32 triliun dan dalam negeri Rp 14,1 triliun.

Nilai utang pemerintah tersebut memang besar, rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau debt to Gross Domestic Product (GDP) ratio sebesar 39,09%.


Rasio tersebut mengalami penurunan yang dari bulan sebelumnya sebesar 40,39%, dan dari akhir 2021 sebesar 41%.

Rasio utang terhadap PDB Indonesia tersebut memang cukup besar, tetapi masih jauh lebih rendah ketimbang negara-negara lainnya.

Jepang negara dengan nilai perekonomian terbesar ketiga di dunia menjadi negara dengan rasio debt to GDP yang paling besar. Bahkan persentasenya mencapai 257% di tahun 2021, berdasarkan data Visual Capitalist.

Yang menarik, meski menjadi negara dengan rasio utang terhadap PDB terbesar, Jepang juga merupakan negara kreditor terbesar di dunia.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Keuangan Jepang pada Jumat (27/5/2022), jumlah aset asing yang dimiliki Jepang di akhir 2021 sebesar US$ 3,24 triliun yang merupakan rekor terbesar sepanjang sejarah.

Dengan nilai tersebut, Jepang menjadi negara kreditor terbesar di dunia dalam 31 tahun beruntun.

Lantas mengapa negara dengan kreditor terbesar di dunia malah memiliki rasio utang terbesar juga?

Utang pemerintah Jepang mulai membengkak di tahun 1990an saat terjadi bubble di sektor keuangan dan properti.

Keruntuhan pun terjadi dan pemerintah Jepang menggelontorkan stimulus yang pendanaannya didapat dari penerbitan obligasi. Alhasil, rasio utang terhadap PDB tersebut sudah mencapai 100% di akhir 1990an.

Rasio tersebut terus membengkak menjadi 200% di 2010 setelah dihantam krisis finansial global, dan terus meningkat hingga saat ini.

Tetapi jangan kaget, dari besarnya utang tersebut sebanyak 90% dimiliki oleh investor Jepang sendiri. Selain itu, suku bunga yang ditawarkan juga sangat rendah.

Yield obligasi tenor 10 tahun hanya sebesar 0,229%, bahkan sempat minus. Artinya beban bunga yang ditangguh pemerintah Jepang sangat kecil.

Setelah Jepang ada Sudan yang menjadi negara dengan rasio utang terhadap PDB terbesar kedua di dunia. Persentasenya mencapai 210%. Di urutan ketiga ada Yunani sebesar 207%, kemudian ada Eritrea dan Cape Verde, dua negara dari benua Afrika tersebut melengkapi 5 besar dengan rasio masing-masing 175% dan 161%.

Berikut 10 negara dengan rasio utang terhadap PDB terbesar di dunia.

Beberapa negara dalam daftar tersebut tentunya cukup asing, tidak ada Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara dengan nilai utang terbesar jika dilihat secara nominal. Jika dilihat rasio terhadap PDB, utang negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia ini mencapai 133%.

Membandingkan Indonesia dengan Jepang atau pun Amerika Serikat tentunya tidak apple to apple. Keduanya merupakan negara maju dengan struktur ekonomi yang berbeda dengan Indonesia yang merupakan negara emerging market.

Jika dibandingkan dengan negara emerging market lainnya, rasio utang terhadap PDB Indonesia juga terbilang rendah. Dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia, di tahun 2021 rasionya sebesar 71%.

China, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia rasionya sebesar 61% sama dengan Afrika Selatan. India rasionya juga sangat besar, 91% sama dengan Brasil. Persentase tersebut tentunya jauh lebih tinggi ketimbang Indonesia yang sebesar 41% di akhir 2021. 

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pasokan Seret, Harga Batu Bara Diramal Naik Lagi


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading