Capex Telkom Rp 40 T, Kuartal I Sudah Serap Sekitar Rp 6 T

Market - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
27 May 2022 19:13
RUPST PT Telkom

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyiapkan anggaran capital expenditure (capex) sekitar Rp 40 triliun pada tahun 2022 ini. 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi menjelaskan, untuk belanja modal tahun ini adalah sekitar 25% dari revenue yang akan didapat atau pada kisaran Rp 40 triliun.

"Utamanya akan kita spend di bidang digital connectivity baik di parent company maupun di Telkomsel, kemudian pengembangan digital platform, digital services, data center, kemudian pengembangan kapabilitas cloud," ungkap Heri dalam konferensi pers rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) TLKM, Jumat (27/5/2022).


Menurut dia, sampai dengan kuartal I-2022, realisasi belanja modal baru sekitar Rp 6 triliun atau 16% dari total anggaran capex.

Realisasi ini memang masih relatif kecil karena baru tiga bulan pertama tahun ini. Pada periode kuartal pertama, perseroan memang biasanya melakukan perencanaan secara lebih detail dulu terhadap capex yang bakal dibelanjakan pada sisa tahun yang akan berjalan.

"Namun kuartal satu periode di mana kita melakukan planning terhadap capex yang akan kita spend untuk waktu yang berjalan, akan terjadi akselerasi yang bisa kita selesaikan," pungkasnya.

Dalam RUPST kali ini, Telkom memutuskan membagikan 60% dari laba tahun 2021 sebagai dividen, atau jumlahnya sekitar Rp 14,86 triliun. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah.

"Pembagian dividen sebagaimana dijelaskan, Rp 14,86 triliun atau 60 persen dari perolehan laba bersih 2021. Kemudian sisanya 40 persen atau Rp 9,9 triliun sebagai laba ditahan, untuk pengembangan usaha perseroan," ujar Ririek.

Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Telkom Indonesia, Ahmad Reza mengatakan, alokasi laba ditahan akan digunakan untuk mengembangkan usaha perseroan di bidang digital connectivity, digital platform dan digital services yang di antaranya termasuk pengembangan data center dan penguatan kapabilitas cloud yang diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan pendapatan di masa mendatang.

"Dengan besaran dividen tersebut, dividen yang akan diterima sebesar Rp 149,97 per lembar saham. Pembayaran dividen 2021 akan dibayarkan 1 Juli 2022," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mantul! Laba Telkom Tumbuh 19% Jadi Rp 24,76 T Pada 2021


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading