Jokowi Kebut Infrastruktur, BUMN Karya Mana yang Untung?

Market - mae, CNBC Indonesia
27 May 2022 19:42
Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan tol Serang – Panimbang sepanjang 83,67 km. (Dok: PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana mempercepat pembangunan proyek infrastruktur hingga 2024. Langkah tersebut diperkirakan akan memberi keuntungan kepada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor infrastruktur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Selasa (24/5/2022), mengatakan semua pekerjaan infrastruktur masa pemerintahan Presiden Joko Widodo akan diselesaikan selambat-lambatnya semester 1 tahun 2024.

Untuk menyelesaikan semua proyek pekerjaan maka pemerintah akan mempercepat pelaksanaan lelang, memanfaatkan semua dana blokir, hingga mengumpulkan dana sisa lelang.


Termasuk dalam proyek yang akan dikerjakan adalah pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Sederet BUMN sektor infrastruktur mulai dari PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, hingga PT PP Tbk diperkirakan akan terkena imbas positif dari kebijakan tersebut.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam laporannya Construction (Overweight/Maintain) 2H22 outlook menjelaskan konsistensi pemerintah dalam membangun infrastruktur berdampak positif terhadap kinerja BUMN Karya. Pertumbuhan kontrak baru BUMN Karya diharapkan bisa mencapai 15% pada tahun ini.

Menurut Mirae, BUMN Karya juga akan diuntungkan kebijakan Tax Amnesty Jilid II serta keberadaan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) karena bisa menambah sumber alternatif pembiayaan dan menambah dana investasi.

Perkiraan perolehan kontrak baru BUMN KaryaFoto: Mirae Asset Sekuritas
Perkiraan perolehan kontrak baru BUMN Karya


Wijaya Karya diperkirakan bisa membukukan kontrak baru senilai Rp 29,7 triliun pada tahun ini, dari Rp 26,8 triliun di tahun 2021. Adhi Karya diperkirakan mengantongi kontrak baru senilai Rp 25 triliun, naik dibandingkan dengan tahun 2021 yang tercatat Rp 15,2 triliun. 

Kontrak Waskita Karya diperkirakan bertambah Rp 23 triliun di tahun ini, naik dibandingkan Rp 20,5 triliun di tahun 2021.

"Pilihan utama kami di semester II tahun ini adalah Waskita Karya. Restrukturisasi utang dan divestasi tol juga akan membuat perusahaan tersebut kembali untung di tahun 2023," tulis Mirae Asset.

Mirae menjelaskan Wijaya Karya (WIKA) diuntungkan oleh beragamnya jenis proyek investasi yang dikerjakan, mulai dari jalan tol, bandara, hingga pembangkit.

"WIKA memiliki investasi sekitar 20-30% di sejumlah proyek tol seperti Soreang-Pasir Koja, Manado-Bitung, and Semarang-Demak. WIKA juga berinvestasi pada pembangkit listrik geothermal di Tampomas, Jawa Barat," tulis Mirae.

Untuk Adhi Karya, perusahaan tersebut akan diuntungkan oleh percepatan proyek infrastruktur perkeretaapian, termasuk Solo - Yogyakarta - YIA Kulon Progo.

Percepatan proyek infrastruktur juga akan menguntungkan anak perusahaan BUMN, seperti Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) dan Wijaya Karya Beton (WTON).

Berikut proyeksi Mirae Asset Sekuritas atas pendapatan dan laba bersih BUMN Karya yang listing di bursa:


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wika Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 2,5T, Buat Apa?


(mae/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading