Begini Cara Dapat Rp 100 Juta dan Tarik Tunai Dari Allo Bank

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
20 May 2022 14:05
Penonton berswafoto di depan pintu masuk Allo Bank Festival di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2022). Antusiasme penonton sudah terlihat sejak pagi hari meski gate baru dibuka siang nanti. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Paylater menjadi fasilitas andalan bank digital saat ini. Tanpa kartu kredit, nasabah sudah bisa membeli barang dan pembayaran dilakukan di periode berikutnya.

Tak mau ketinggalan, Allo Bank juga menghadirkan fasilitas ini. Namun, fasilitas yang ditawarkan berbeda dari bank digital lainnya.

Jika paylater pada umumnya hanya memberikan nominal secara digital tanpa bisa ditarik, maka Allo Bank berinovasi dengan memberikan fasilitas paylater yang bisa dicairkan.


Saldo paylater yang ditawarkan juga cukup besar, mencapai Rp 100 juta. Pencairannya bisa dilakukan baik melalui mesin ATM, merchant, ataupun cabang-cabang yang dimiliki. Untuk penarikan pun bisa dilakukan menggunakan QRIS di seluruh ATM yang ada.

Allo Bank memiliki berbagai fitur unggulan mulai dari saving, deposito, paylater, instan cash, pembayaran QRIS, melakukan cash out, ambil uang cash meski bank digital.

"Bunga jauh tinggi dari konvensional tanpa saldo minimum, pindah-pindah dalam 1 second. Unik yang tidak dimiliki bank digital," kata Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, pada Grand Launcing Allo Bank, Kamis (19/5/2022).

Pada minggu pertama peluncuran, Allo Bank menargetkan ada 1 juta nasabah baru yang register. Ke depannya ditargetkan terus meningkat hingga 50 juta nasabah yang terdaftar di Allo Bank.

"Target dalam seminggu Insya Allah akan kami umumkan berapa register Allo Bank, kami targetkan 1 juta dalam 1 minggu pertama launching. Harapannya ada 10, 20, 30 dan bisa sampai 50 juta konsumen yang terdaftar jadi nasabah Allo Bank," kata dia.

Dia mengungkapkan kini bukan hanya jumlah konsumen yang dilihat, melainkan keuntungan yang dihadirkan di baliknya. Untuk itu pihaknya pun melakukan kolaborasi dengan ekosistem lainnya untuk melengkapi layanan.

"Untuk itu kami kolaborasi dengan yang lain. Kami mengajak ekosistem digital lain, strategi global, ada partnership, inklusif, ingin berpartner dengan sebanyak-banyaknya, siapapun bisa masuk," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Setelah 10 Tahun, CT Turun Gunung Menggebrak Bank Digital RI


(dhf/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading