Harga Emas Belum Meyakinkan

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
19 May 2022 07:40
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas mulai menguat setelah sempat naik-turun. Pada perdagangan Kamis (19/5/2022) pukul 06:48 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.816,49 per troy ons. Menguat tipis 0,05%.

Sejak pekan lalu, harga emas bergerak naik-turun meskipun lebih banyak berada dalam zona negatif. Dalam sepekan, harga emas masih menguat 0,29% secara point to point. Namun, dalam sebulan, harga emas melemah 7,2%.



Penguatan harga emas didorong sedikit melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) serta yield surat utang pemerintah Negeri Paman Sam. Dollar Index pada pukul 06:50 WIB hari ini melemah 0,1% ke 103,79 sementara yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melemah ke level 2,87%.

"Melemahnya saham serta yield surat utang AS membuat harga emas bergerak naik. Pertanyaan pasar sekarang adalah apakah kebijakan The Fed cukup mampu menekan inflasi. Kenaikan suku bunga akan sangat berdampak besar kepada pergerakan emas," tutur David Meger, dari High Ridge Futures, seperti dikutip Reuters.

Chairman The Fed Jerome Powell, Selasa (17/5/2022), kembali menegaskan komitmennya untuk menekan inflasi yang terus melonjak. Inflasi AS menembus 8,3% (year on year/YoY) pada April 2022. Level tersebut memang lebih rendah dibandingkan Maret 2022 tetapi tetap masih berkutat di kisaran tertingginya selama 40 tahun terakhir.

"Pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh suku bunga AS dan outlook kebijakan moneter di tingkat global, termasuk The Fed," tutur Ilya Spivak dari DailyFX , kepada Reuters.

Rupert Rowling, analis dari Kinesis Money juga mengingatkan emas masih berpotensi melemah. Emas memang mampu bertahan di level US$ 1.800 di tengah banyaknya faktor negatif yang menekan pergerakannya tapi kebijakan Teh Fed bisa mengubah arah pergerakan emas.

"Selama inflasi menjadi kekhawatiran utama ekonomi, emas akan sulit bergerak karena kenaikan suku bunga akan membuat emas tidak menarik," tutur Rowling.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Naik Sih, Tapi Tipiiisss...


(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading