Koreksi Berjilid dan Masuk Top Losers, Ada Apa dengan EMTK?

Market - Arif Gunawan & Aulia Mutiara, CNBC Indonesia
18 May 2022 13:26
Eddy Sariaatmadja (Foto: Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada 0,69% atau 46,16 poin ke 6.690,63 pada penutupan perdagangan sesi pertama Rabu (18/5/2022). Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) longsor paling dalam.

Namun di sisi lain, investor asing mencetak penjualan bersih (net sell) senilai Rp 608,28 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler tercatat penjualan bersih bersih (net sell) senilai 500,40 miliar.

Berikut 5 sahap top losers pada sesi I siang ini Rabu (18/5/2022)


1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK): -6,97%, ke Rp 1.935/unit

2. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI): -6,60%, ke Rp 4.950/unit

3. PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR): -6,47% ke Rp 159/unit

4. PT SLJ Global Tbk (SULI): -5,47% ke Rp 121/unit

5. PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND): -5,47% ke Rp 161/unit

Saham EMTK menyodok ke posisi top losers ditopang aksi jual asing Rp 81,03 miliar di pasar reguler. EMTK membukukan laba bersih sebesar Rp 5,66 triliun pada kuartal pertama 2022. Emiten holding milik pengusaha nasional Eddy Kusnadi Sariatmadja tersebut sejak Selasa (17/5/2022) kembali menyentuk batas auto rejection bawah (ARB).

Tepat setelah bel perdagangan dibuka, saham EMTK langsung menukik 6,97% ke Rp 1.935/saham. Pelemahan hari ini merupakan rentetan koreksi panjang selama 6 hari perdagangan beruntun terakhir. Tercatat EMTK terakhir kali ditutup positif pada tanggal 27 April lalu.

Aksi jual terjadi beriringan dengan pengumuman perseroan pada Kamis (12/5/2022) mengenai penjualan 74.480.000 saham treasuri atau hasil pembelian kembali (buyback) saham periode 11 Mei 2021 hingga 11 Mei 2022.

Kondisi buruk saham perusahaan baru-baru ini berbanding terbalik dengan kinerja keuangan sepanjang tahun 2021 yang baru dilaporkan 26 April lalu. Pendapatan dan laba bersih bersih meningkat, di mana top linenaik 7,57% menjadi Rp 12,84 triliun dari semula Rp 11,93 triliun di 2020. Adapun bottom linemeroket 175% menjadi Rp 5,65 triliun, dari semula Rp 2,05 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Teknologi Pimpin Top Losers Tengah Hari, Ini Pemicunya!


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading