Ssst, Pabrik Blast Furnace Krakatau Steel Mau Operasi Lagi?

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 May 2022 20:53
cover topik: krakatau steel luar

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tengah mendorong pengoperasian pabrik Blast Furnace yang telah mangkrak sejak 2019 lalu. Setidaknya saat ini Perseroan masih mencari mitra untuk mengoperasikan pabrik peleburan baja di Cilegon itu.

"Kita mau ada MoU dengan calon investor strategis di Blast Furnace, perusahaan asing yang ngerti lah jalanan Blast Furnace," kata Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, saat ditemui di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Silmy menjelaskan setidaknya ada 5 potensial investor dari Asia yang menjadi calon mitra Krakatau Steel untuk mengoperasikan pabrik ini. Hanya saja dia belum mau membeberkan lebih jauh siapa saja perusahaan ini dan asalnya.


"[Ada] 5 berminat sekarang tahapannya sudah preliminary due diligence. Sekarang posisinya Mei nanti mau [tanda tangan] MoU dengan dua perusahaan, dan tiga perusahaan di Juni. Maksudnya Mou ini untuk kita sepakat, baru nanti masuk due diligence," kata Silmy.

Begitu juga dengan skema kerja sama yang akan dibentuk. Hanya saja dia membuka peluang kerja sama dengan investor ini bisa berbentuk joint venture maupun joint operation.

"Saya terbuka yang penting itu pabrik jalan," kata Silmy.

Bahkan dia juga membicarakan potensi penjualan pabrik ini kepada pihak asing. Namun hal itu masih tidak mungkin terjadi karena saat pengoperasian pabrik ini masih membutuhkan Krakatau Steel.

"Mereka pasti mau KS karena KS market leader di sini, jadi mereka butuh. Namun untuk pengoperasian pabrik ini memang butuh ada investasi tambahan," katanya.

Dia menegaskan pengoperasian pabrik ini membutuhkan investasi tambahan, untuk pembangunan Basic Oxygen Furnace (BOF).

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Senin (14/2/2022) lalu setidaknya investasi untuk pembuatan Basic Oxygen Furnace ini mencapai
US$ 100 juta.

Untuk diketahui sejak konstruksi pabrik ini selesai pada 2019 lalu, Manajemen Krakatau Steel menghentikan operasinya karena tidak hasil produk yang tidak efisien. Bahkan manajemen juga berjibaku melakukan restrukturisasi utang yang menggunung akibat pabrik senilai Rp 8,5 triliun ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jreng! DPR Usir Dirut Krakatau Steel Silmy Karim dari Rapat


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading