Usai Terkena Badai Koreksi 3 Hari, Wall Street Dibuka Melesat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
10 May 2022 21:08
Smartsheet Inc. President and CEO Mark Mader rings a ceremonial bell to celebrate his company's IPO on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 27, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) berbalik melesat pada pembukaan perdagangan Selasa (10/5/2022), menyusul koreksi beruntun dalam 3 hari terakhir akibat kebijakan moneter ketat yang kian agresif.

Indeks Dow Jones Industrial Average lompat 470 poin (+1,5%) pada pembukaan pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB), dan 30 menit kemudian menjadi 335,1 poin (+1,04%) ke 32.580,8. Indeks Nasdaq NAIK 276,27 poin (+2,38%) ke 11.899,52 sedangkan S&P 500 bertambah 62,94 poin (+1,58%) ke 4.054,18.

Saham teknologi kali ini memimpin penguatan, di mana saham Microsoft, Intel, Salesforce, dan melesat lebih dari 2%. Demikian juga dengan saham migas seperti Chevron, yang sempat terkoreksi Senin kemarin.


Sepanjang koreksi kemarin, pemodal memilih memburu saham-saham defensif dan minim risiko seperti saham sektor konsumer dan utilitas di tengah kekhawatiran bahwa resesi akan melanda.

Reli di bursa saham hari ini terjadi berbarengan dengan melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun-yang menjadi acuan di pasar-dengan kembali ke bawah level psikologis 3%.

"Terlepas dari ekspektasi kami bahwa inflasi akan menurun dan pertumbuhan ekonomi kian berkelanjutan, kami yakin bahwa investor semestinya bersiap menghadapi volatilitas saham lebih jauh jelang pergerakan signifikan di variabel penting ekonomi dan pasar obligasi," tutut analis UBS Mark Haefele seperti dikutip CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Pantau Perbatasan Ukraina, Wall Street Dibuka Merah


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading