Review Sepekan

Bergerak Seperti Prank, Ini Saham-Saham Top Losers Sepekan!

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
30 April 2022 21:21
Bursa Efek Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Sentimen positif yang menjaga IHSG selama sepekan ini tidak cukup membantu menyelamatkan lima saham yang terpelanting ke jajaran pencetak koreksi terburuk (top loser). Mayoritas membentuk volatilitas tinggi.

Menurut data RTI, lima saham yang pekan ini masuk jajaran top loser berasal dari berbagai sektor di antaranya sektor permesinan yakni PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) dan sektor logam PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA).

Selanjutnya sektor properti yakni PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), sektor barang kimia yakni PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF), dan sektor perawatan tubuh yakni PT Falmaco Nonwoven Industri PT (FLMC).


Saham HOPE memimpin koreksi dengan anjlok 24,77% dalam sepekan, diikuti BAJA (-23,38%), NZIA (-23,16%), SAMF (-32,13%), dan FLMC (-23,08%).

Saham jawara boncos kali ini cukuplah sensasional yakni HOPE. Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya peningkatan harga saham HOPE di luar kebiasaan (Unusual Market Activity) pada Senin (18/4).

Namun peringatan tersebut tak membuahkan hasil. Saham karoseri truk ini terus melesat hingga dalam 4 hari beruntun (14-20 April) total relinya mencapai 228%. BEI pun menghentikan sementara perdagangan saham & waran seri I perseroan mulai Kamis (21/4/2022).

Selepas itu, saham HOPE dibanting tanpa ampun selama lima hari perdagangan (22-28 April) secara beruntun. Koreksi per harinya mencapai batas auto reject bawah (ARB) sehingga total koreksinya mencapai 35%.

Tren kinerja saham yang serupa prank ini juga terjadi pada saham NZIA yang kini masuk jajaran top losers setelah pekan lalu melesat hingga 41% dan masuk jajaran top gainers. Tak ada penjelasan fundamental di balik penguatan saham perseroan. Ibarat jelangkung, reli saham emiten properti ini tak dijemput, dan koreksinya pun tak diantar.

Demikian juga halnya dengan saham FLMC. Setelah pekan lalu mencetak reli sebesar 30% dan masuk jajaran top gainers, pekan ini saham produsen tisu basah ini justru dibanting hingga berbalik masuk top losers.

Saham SAMF juga persis sama. Menguat 40,35% pekan lalu dan masuk jajaran top gainers, saham emiten barang kimia tersebut terjerembab di top losers sepekan ini. Juga tak ada penjelasan di balik volatilitasnya.

Sementara itu, saham BAJA terkena aksi jual setelah perseroan melaporkan rugi bersih senilai Rp 11,84 miliar per 31 Maret 2022, atau berbalik dari laba bersih yang dicapai pada periode sama setahun sebelumnya sebesar Rp 42,93 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Senggol 7.000, Lima Saham Ini Malah Masuk Top Loser


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading