Laba Tertekan, Tapi Pendapatan PTPP Tumbuh 50% Q1-2022

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
29 April 2022 21:10
Logo PT PP Presisi. pp-presisi.co.id

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi milik BUMN, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) mencatat penurunan nilai laba bersih pada kuartal I/2022. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 26,36% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 28,17 miliar dari semula Rp 38,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini berkebalikan dengan pendapatan perusahaan yang tumbuh 50% menjadi Rp 4,28 triliun dari semula Rp 2,84 triliun pada akhir Maret 2021 lalu.

Beban pokok pendapatan yang tinggi menyebabkan perusahaan memperoleh laba kotor Rp 544,47 miliar, hanya naik 34% dari periode yang sama tahun lalu.


Selanjutnya beban usaha yang tinggi ikut menggerus kinerja laba perusahaan. Laba bersih tahun berjalan perusahaan sejatinya naik, meskipun hanya 13,42% menjadi Rp 53,41 miliar dari semula Rp 47,09 miliar.

Akan tetapi laba bersih yang naik lebih tinggi terjadi pada pihak non pengendali. Perusahaan diketahui tidak mengalami penurunan kepemilikan atas saham di berbagai perusahaan yang dikonsolidasikan, hanya saja perusahaan dengan kepemilikan saham yang lebih besar masih menyumbang kerugian.

Selain PT Centurion Perkasa Iman masih menyumbang kerugian bagi grup usaha, perusahaan dengan kepemilikan besar seperti PP Urban (99,99%) dan PP Energi (99,05%) juga masih mengalami kerugian, terlihat dari kerugian yang dialami pihak non-pengendali di laporan keuangan perusahaan.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan tertinggi disumbangkan oleh jasa konstruksi yang naik menjadi Rp 3,44 triliun dari semula Rp 2,21 triliun. Pendapatan properti juga naik menjadi 433,66 miliar, selain itu pendapatan dari EPC ikut naik menjadi Rp 296,30 miliar. Pendapatan segmen lainnya juga mengalami pertumbuhan, hanya pendapatan pracetak yang tercatat turun.

Pada kuartal pertama tahun ini aset PTPP tercatat sebesar Rp 56,60 triliun, dengan liabilitas mencapai Rp 41,15 triliun, sehingga ekuitas yang dimiliki adalah sejumlah Rp 10,88 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Market Bites: Pendanaan eFishery Rp 1,28 T Hingga RUPSLB BUMI


(fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading