The Fed Berpotensi Makin Agresif, Bitcoin dkk Ambruk Lagi

Market - chd, CNBC Indonesia
25 April 2022 09:45
Gambar Konten, Cryptocurrency Ambrol

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto utama kembali terkoreksi pada perdagangan Senin (25/4/2022) pagi waktu Indonesia, karena investor masih merespons negatif dari rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) yang semakin agresif untuk menaikan suku bunga acuannya.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:05 WIB, Bitcoin melemah 1,02% ke level harga US$ 39.115,92/koin atau setara dengan Rp 564.638.305/koin (asumsi kurs Rp 14.435/US$), Ethereum merosot 2,14% ke level US$ 2.868,43/koin atau Rp 41.405.787/koin.

Sedangkan untuk koin digital (token) alternatif (altcoin) lainnya yakni XRP ambrol 3,18% ke US$ 0,6848/koin (Rp 9.885/koin), Solana ambruk 3,06% ke US$ 97,49/koin (Rp 1.407.268/koin), dan Avalanche ambrol 3,38% ke US$ 70,53/koin (Rp 1.018.101/koin).


Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin dan kripto lainnya kembali terkoreksi pada pagi hari ini, di mana koreksinya berkisar 1% hingga 3%. Beberapa kripto altcoin pun berkinerja lebih rendah dari Bitcoin. Biasanya, altcoin berkinerja buruk karena profil risikonya yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bitcoin.

Salah satunya yakni altcoin Polkadot (DOT) yang ambruk lebih dari 5% dan altcoin 'meme' yakni Dogecoin yang ambles 4,48%. Sementara altcoin yang masuk ke dalam 10 besar dari kapitalisasi pasarnya sebagian besar terkoreksi kisaran 3%.

Pasar kripto yang kembali terkoreksi menandakan bahwa ketidakpastian di antara para trader masih terjadi, terutama karena risiko makroekonomi dan geopolitik.

Lebih lanjut, meningkatnya korelasi antara Bitcoin dan pasar saham global yang juga terkoreksi menunjukkan bahwa investor lebih sensitif terhadap dampak kenaikan suku bunga pada nilai aset kripto, mirip dengan apa yang terjadi pada tahun 2014 dan 2018 silam.

Hal tersebut dapat membuat beberapa investor dan trader masih cenderung wait and see, yang mengarah pada pengembalian pasar yang lebih rendah, terutama dibandingkan dengan dua tahun terakhir ketika stimulus moneter dan fiskal jumbo yang belum pernah terjadi sebelumnya mendorong aset kripto yang mampu meroket to the moon.

Investor di pasar aset berisiko, baik di pasar saham maupun pasar kripto masih cenderung merespons negatif dari pernyataan ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell yang mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga yang lebih besar mungkin akan dilakukan pada rapat kebijakan moneter berikutnya, dalam hal ini edisi Mei.

"Pasar sangat gelisah tentang kemungkinan timbulnya kesalahan kebijakan oleh Federal Reserve. Ketika seorang pejabat The Fed menyarankan kenaikan 50 basis poin, pasar mulai mencoba memperkirakan kenaikan 75 basis poin," kata Jamie Cox, managing partner di Harris Financial Group, dikutip Reuters, Sabtu (23/4/2022) lalu.

Berdasarkan perangkat Fed Watch milik CME Group, pasar melihat ada probabilitas sebesar 99,6% The Fed akan menaikkan suku bunga 50 basis poin menjadi 0,75% - 1% pada 4 Mei mendatang (waktu setempat).

Selain itu, ada probabilitas sebesar 70% The Fed akan menaikkan 50 basis poin lagi di bulan Juni menjadi 1,5% - 1,75%.

Hal ini pun membuat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) sempat melonjak ke kisaran level 2,9% pada Jumat lalu pukul 04:05 WIB, di mana level ini merupakan level tertinggi sejak tahun 2018, meski pada penutupan perdagangan Jumat waktu AS, yield Treasury tenor 10 tahun turun ke kisaran 2,8%

Dengan The Fed yang bertindak lebih agresif, semakin banyak analis yang melihat AS akan mengalami resesi.

"Saya melihat probabilitas 30% Amerika Serikat memasuki resesi dalam 12 bulan ke depan, dan probabilitas tersebut terus meningkat," kata kepala ekonomi Moody's Analytics Mark Zandi.

Powell sendiri mengakui tugas The Fed saat ini sangat menantang, melandaikan inflasi tanpa membuat perekonomian AS mengalami pelambatan signifikan hingga resesi.

"Target kami menggunakan instrumen yang kami miliki untuk kembali mengsinkronkan supply dengan demand... dan tanpa membuat pelambatan yang bisa membawa perekonomian resesi. Itu akan sangat menantang," kata Powell.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Crypto Crash! Bitcoin Cs Babak Belur, Ada Apa Ini?


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading